Bupati Fahmi Resmikan Cartoon Village Direja

  • 01 Des 2025 07:04 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purbalingga : Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif meresmikan Cartoon Village Direja – The Beauty of Purba, destinasi desa seni baru yang berlokasi di Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Sabtu (29/11/2025). Peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, jajaran Forkompimda, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Purbalingga, kepala OPD, serta Forkompimcam setempat.

Cartoon Village Direja merupakan buah perjalanan kreatif selama lima tahun yang digagas pasangan suami istri, Slamet Santosa dan Gita Yohanna Thomdean, penggerak Kie Art School. Desa seni ini menampilkan rumah-rumah warga berhias mural yang menceritakan ragam kisah seni dan tradisi masyarakat Sidareja.

Terdapat 17 rumah warga yang disulap menjadi galeri seni di sepanjang jalur sekitar 350 meter. Pengunjung dapat menikmati karya lukis dari berbagai seniman lokal maupun luar Purbalingga, sekaligus menyaksikan pertunjukan seni hingga mengikuti aktivitas pembelajaran kebudayaan.

“Galeri ini boleh dibilang sebagai galeri seni terpanjang di Indonesia. Panjangnya mencapai 350 meter. Ini sangat menarik, sangat bagus, dan sangat worth it untuk dikunjungi,” ujar Bupati Fahmi.

Bupati menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan terobosan yang dihadirkan Cartoon Village Direja. Ia berharap desa seni ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Purbalingga yang memiliki potensi seni dan budaya agar ikut berkembang dan terus dilestarikan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung ruang-ruang kreatif seperti ini. Karena seni adalah cara paling indah untuk membangun karakter bangsa, memperkuat ekonomi kreatif, dan mempromosikan daerah kita ke tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Bupati Fahmi juga melihat peluang kolaborasi antara Cartoon Village Direja dengan destinasi lain seperti Owabong, D’Las, dan Golaga. Menurutnya, desa seni ini dapat dikemas dalam paket wisata edukatif yang menarik, terutama bagi pelajar.

“Kita akan dorong dan promosikan kunjungan bagi pelajar, terutama siswa SD hingga SMP, agar mereka bisa belajar mengenai seni dan kebudayaan di sini,” tambahnya.

Penggagas Cartoon Village Direja, Gita Yohanna Thomdean, menjelaskan bahwa karya seni yang terpajang akan dirotasi secara berkala untuk memberikan penyegaran. Sistem bagi hasil juga diterapkan sebagai bentuk apresiasi kepada pemilik rumah yang turut merawat karya seni di galeri masing-masing.

“Kami ingin Cartoon Village tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....