BI Dorong Konektivitas Warisan Budaya Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

  • 07 Okt 2026 06:53 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi mendorong penguatan konektivitas antara Provinsi Jambi dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pengembangan potensi warisan budaya sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi kedua daerah.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Roby Fathir, dalam kegiatan Outing Eksplorasi Menjembatani serta Meningkatkan Konektivitas Warisan Budaya D.I. Yogyakarta dan Provinsi Jambi, yang menjadi bagian dalam kegiatan Capacity Building Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forweb) serta Protokoler Jambi di Yogyakarta 2 Oktober hingga 3 Oktober 2026.

Bank Indonesia mengajak 33 wartawan dari Jambi untuk melihat langsung keberadaan Candi Borobudur berikut Museum nya. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menggali keterkaitan historis dan budaya antara Jambi dan Yogyakarta, khususnya keberadaan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi di Kabupaten Muaro Jambi.

Roby mengatakan, Jambi dan Yogyakarta memiliki akar sejarah dan budaya yang memiliki keterkaitan kuat jika ditelusuri dari sejarah perkembangan agama Buddha di Nusantara.

Menurutnya, Kompleks Percandian Muara Jambi merupakan salah satu kawasan penting dalam sejarah pendidikan Buddha pada masanya. Bahkan, keberadaan Muara Jambi memiliki keterkaitan dengan perkembangan pengetahuan yang kemudian turut mewarnai lahirnya berbagai mahakarya budaya di Nusantara.

“Kalau kita tarik peruntutannya, Indonesia itu punya paling tidak dua warisan budaya pada saat penyebaran agama Buddha. Satu Candi Borobudur yang dibangun sebagai salah satu tempat peribadatan, kemudian ada Candi Muara Jambi yang dibangun sebagai tempat pendidikan pada masanya,” tutur Roby.

Ia menilai keterkaitan sejarah tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun konektivitas yang lebih kuat antara Jambi dan Yogyakarta, tidak hanya dari sisi kebudayaan, tetapi juga dari aspek ekonomi.

“Artinya kita punya tempat peribadatan dan juga ada tempat pendidikan. Yang dua-duanya ini sebenarnya kalau ditarik peruntutannya sampai ke belakang punya hubungan,” katanya.

Menurut Roby, konektivitas tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan mobilitas masyarakat antardaerah. Masyarakat Jambi dapat semakin banyak berkunjung ke Yogyakarta, sementara masyarakat Yogyakarta juga diharapkan semakin mengenal dan berkunjung ke Jambi, khususnya kawasan Muara Jambi.

Dengan meningkatnya konektivitas, kata dia, akan terbuka peluang terjadinya hubungan yang saling menguntungkan antara kedua daerah, termasuk melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta sektor pendukung lainnya.

“Kita ingin supaya perekonomian di kedua daerah ini, baik itu di Yogyakarta maupun di Jambi, kemudian bisa saling mendukung karena ada konektivitas tadi. Ada saling keterhubungan, ada saling keterkaitan,” katanya.

Roby menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan mandat Bank Indonesia yang diperkuat melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). BI tidak hanya menjalankan tugas dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan, tetapi juga bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung perekonomian yang berkelanjutan.

Ia berharap penguatan hubungan Jambi dan Yogyakarta berbasis warisan budaya tersebut dapat dikembangkan menjadi kolaborasi yang menghasilkan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita sama-sama mencoba menggali apa potensi-potensi yang ada di Jambi, apa potensi yang ada di Yogyakarta yang bisa disinergikan dan dikolaborasikan, sehingga bisa memberikan manfaat yang besar bagi kedua pihak,” kata Roby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....