BPK Jambi Dorong KCBN Muara Jambi Jadi Destinasi Edukasi dan Penggerak Ekonomi

  • 06 Sep 2026 07:21 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi mendorong Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai destinasi edukasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPK Wilayah V Jambi, Yanto HM Manurung, dalam pembukaan Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi (Gentala Arasi) Fest 2026 di Museum Sriwijaya Dharmakirti KCB Muara Jambi.

Yanto mengatakan pengembangan kawasan cagar budaya harus dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai warisan yang ada. Di sisi lain, kawasan tersebut juga perlu dikomunikasikan dengan pendekatan yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami berharap dapat lahir gagasan-gagasan segar mengenai warisan budaya Jambi dapat dikomunikasikan lebih luas, dikembangkan sebagai destinasi edukasi yang berdaya saing, sekaligus memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar kawasan,” tutur Yanto, Jum'at 4 September 2026.

Ia menilai kolaborasi antara sektor kebudayaan dan ekonomi digital menjadi salah satu langkah yang dapat memperkuat posisi KCBN Muara Jambi. Menurutnya, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejarah dan warisan budaya Jambi kepada khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda.

Apalagi, antusiasme masyarakat terhadap Museum Sriwijaya Dharmakirti menunjukkan adanya potensi besar untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata edukasi. Yanto menyebut museum tersebut baru resmi dibuka untuk umum pada 29 Agustus 2026. Gentala Arasi Fest 2026 menjadi event pertama yang digelar di museum tersebut. Ia mengapresiasi Bank Indonesia Jambi yang telah mengambil inisiatif menyelenggarakan kegiatan di kawasan cagar budaya tersebut.

“Ini menjadi momentum krusial untuk mempertemukan warisan adiluhung peradaban masa lalu dengan potensi ekonomi masa depan di era digital,” katanya.

Yanto berharap momentum tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, lembaga, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menjaga sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai peradaban Jambi.

“Semoga kegiatan ini membuka jalan kolaborasi yang lebih erat dalam melestarikan dan menghidupkan peradaban Jambi di era ekonomi digital,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....