Sepuluh Ribu Lebih Titik Panas Muncul di Jambi Sepanjang 2026
- 30 Sep 2026 16:44 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi sepanjang tahun 2026 masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data laporan situasi per Selasa 29 September 2026 malam, akumulasi titik panas atau hotspot yang terpantau sejak awal Januari hingga penghujung September telah menyentuh angka 10.742 titik di berbagai wilayah.
Dampak dari maraknya karhutla ini turut meludeskan ribuan hektare lahan. Hingga tanggal 29 September 2026, total luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai seluas 4.123,84 hektare.
Kabupaten Batanghari tercatat sebagai daerah dengan wilayah terdampak paling luas yakni mencapai 1.240,79 hektare. Angka tersebut disusul oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 659,18 hektare, Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Muaro Jambi 577,71 hektare, serta Kabupaten Sarolangun seluas 508,55 hektare.
Langkah Tegas dan Penegakan Hukum
Menghadapi situasi darurat ini, aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Sejauh ini, jajaran kepolisian telah menangani sebanyak 86 kasus karhutla. Dari jumlah tersebut, 69 perkara masih bergulir di tahap penyelidikan, sementara 17 kasus lainnya telah naik ke tahap penyidikan dengan menetapkan 16 orang sebagai tersangka.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa penanggulangan karhutla dilakukan secara komprehensif, mulai dari patroli darat, pemantauan udara menggunakan helikopter, hingga tindakan hukum yang tegas.
“Polda Jambi bersama seluruh stakeholder terus melakukan langkah terpadu dalam penanganan karhutla, mulai dari pemantauan hotspot, patroli dan pemadaman di lapangan, hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melawan hukum,” tutur Kombes Pol Erlan Munaji.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika menemukan titik api baru.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api maupun potensi karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.
Kualitas Udara Memburuk dan Kasus ISPA Meningkat
Dampak karhutla turut memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 29 September 2026 pagi, konsentrasi partikel halus PM2,5 di Kota Jambi berada pada angka 229 dan Kabupaten Muaro Jambi menyentuh angka 300, yang keduanya masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (143) dan Tebo (153) berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi udara yang tercemar ini berimbas langsung pada kesehatan masyarakat. Laporan kesehatan pada minggu ke-37 mencatat sebanyak 7.236 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menyerang warga di berbagai kabupaten dan kota di Jambi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....