Kabut Asap Selimuti Kota Jambi, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
- 28 Agt 2026 14:56 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kualitas udara di Kota Jambi kembali memburuk dan tergolong tidak sehat pada Jumat, 28 Agustus 2026 pagi. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara berada di angka 170.
Aroma menyengat dan kabut asap karhutla terlihat kian pekat menyelimuti beberapa wilayah, terutama di kawasan Lingkar Selatan, Paal Merah, hingga Palmerah. Kondisi ini pun mulai mengganggu kenyamanan warga dalam beraktivitas di luar ruangan.
"Ini tiap pagi sarapan asap," Kata Badrus, Salah Satu Warga Pal Merah Kota Jambi, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia mengaku khawatir dengan dampak polusi ini terhadap kesehatan keluarganya. "Anak saya kasihan, ngeluh juga tiap hari gak bisa keluar rumah," tuturnya.
Data dari IQAir pada waktu yang sama turut mengonfirmasi tingginya paparan polusi udara di Jambi, khususnya pada konsentrasi PM2.5—partikel mikroskopis yang berisiko tinggi menembus saluran pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit pernapasan diimbau untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah.
Penurunan kualitas udara ini sejalan dengan masih maraknya aktivitas titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra. Data aplikasi SIPONGI Kementerian Kehutanan dari satelit NASA-NOAA20 menunjukkan Sumatra Selatan mencatatkan titik panas terbanyak mencapai 274 titik, disusul Riau (49 titik), Jambi (30 titik), dan Lampung (15 titik).
Kepulan asap dari karhutla di Sumatra Selatan—terutama dari area Desa Muara Medak dan Desa Mangsang—disinyalir ikut terbawa angin hingga memperparah pekatnya asap yang melingkupi udara Kota Jambi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....