Wali Kota Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia di Sungai Penuh

  • 28 Sep 2026 21:59 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. membagikan pengalaman sukses terkait pembangunan berbasis partisipasi masyarakat melalui program unggulan Kampung Bahagia. Pemaparan inspiratif tersebut disampaikan di hadapan para penggerak desa dalam acara Seminar dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh, yang berlangsung di Grand Hotel Jambi, Minggu, 27 September 2026.

Kegiatan strategis yang dihelat oleh Lembaga Pelatihan Indonesia (LAPIN) ini menjadi wadah konsolidasi bagi para pimpinan dan anggota BPD untuk memperkuat fungsi pengawasan serta tata kelola pemerintahan desa. Dalam kesempatan tersebut, Maulana menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak akan pernah terwujud secara optimal tanpa adanya keterlibatan aktif dari masyarakat.

"Pembangunan tidak bisa berjalan kalau tidak ada partisipasi masyarakat. Pemerintah membutuhkan masyarakat, dan masyarakat juga membutuhkan pemerintah untuk bersama-sama membangun daerah," tutur Maulana, Minggu, 27 September 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep pembangunan tidak bisa disamaratakan di setiap wilayah karena karakter geografis dan sosial masyarakat yang beragam. Melalui program Kampung Bahagia yang menyasar ribuan RT di Kota Jambi, pemerintah berupaya menempatkan warga sebagai subjek utama pembangunan—mulai dari tahap perencanaan, eksekusi, hingga pemanfaatan hasil—dengan mengandalkan kekuatan gotong royong.

"Kalau disentuh dengan pendekatan yang tepat, masyarakat bisa menjadi agen partisipasi yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan dapat digerakkan," katanya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya peran tokoh-tokoh kunci di tingkat lokal, seperti pemuda, kaum ibu, tokoh adat, hingga ketua RT, sebagai motor penggerak utama dalam merangsang keaktifan warga. Selain itu, ia turut memaparkan pencapaian ekonomi Kota Jambi yang berhasil tumbuh hingga 5,44 persen pada triwulan I 2026, yang diarahkan sepenuhnya untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat luas.

"Pertumbuhan ekonomi harus terus kita dorong sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Di akhir pemaparannya, Maulana mengapresiasi antusiasme para peserta Bimtek yang aktif berdiskusi seputar tantangan pembangunan desa, mulai dari pengelolaan ekonomi hingga pemberdayaan lingkungan. Ia berpesan agar semangat kolaborasi dan kebersamaan terus dijaga demi kemajuan bersama.

"Pembangunan bukan hanya pekerjaan pemerintah. Pembangunan adalah pekerjaan kita bersama. Yang terpenting, semangat kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat tetap hidup," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....