Batang Asam Tanjung Jabung Barat Sumbang Titik Panas Terbanyak
- 22 Sep 2026 14:16 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kabupaten Tanjung Jabung Barat menghadapi ancaman serius darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, ribuan titik panas terpantau mengepung wilayah tersebut sejak Januari hingga 19 September 2026.
Berdasarkan hasil pantauan citra satelit Terra-Aqua, SNPP, dan NOAA-20, jumlah hotspot yang terdeteksi di berbagai kecamatan telah menyentuh angka fantastis, yakni sebanyak 1.436 titik panas. Dari sebaran tersebut, Kecamatan Batang Asam tercatat sebagai episentrum atau wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi, yakni mencapai 669 titik, disusul Betara sebanyak 339 titik dan Bram Itam 203 titik.
Selain ketiga wilayah itu, titik panas juga terpantau di Renah Mendaluh (170 titik), Pengabuan (23 titik), Senyerang (15 titik), Muara Papalik (11 titik), Merlung (4 titik), serta masing-masing satu titik di Kuala Betara dan Tungkal Ilir, Senin, 21 September 2026.
Dampak dari masifnya kemunculan titik panas ini berujung pada kerusakan parah di lapangan. BPBD Tanjabbar mencatat total 525,45 hektare lahan di berbagai kecamatan ludes dilalap si jago merah selama periode pemantauan yang sama.
Kecamatan Batang Asam kembali menjadi wilayah yang paling babak belur dengan luas lahan terbakar mencapai 353 hektare. Diikuti oleh Kecamatan Renah Mendaluh seluas 123,6 hektare, Bram Itam 20 hektare, Betara 8,95 hektare, Tebing Tinggi 6,5 hektare, Senyerang 6 hektare, Kuala Betara 3,2 hektare, masing-masing 1 hektare di Tungkal Ulu dan Muara Papalik, serta 0,7 hektare di Merlung.
Melihat luasan lahan yang terbakar dan tingginya intensitas titik panas di tengah musim kemarau, tim gabungan di lapangan terus berjibaku memperketat patroli darat maupun udara guna mencegah perluasan areal kebakaran susulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....