Seluas 87 Hektare Sawah di Tanjabar Gagal Panen akibat Faktor Alam
- 18 Sep 2026 13:27 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat 87 hektare lahan persawahan mengalami gagal panen atau fuso sejak Juli 2026.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M Riza Pahlevi, mengatakan lahan yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan. Luasan terbesar berada di Kecamatan Pengabuan mencapai 65 hektare.
Sementara itu, lahan yang mengalami gagal panen di Kecamatan Merlung mencapai 13 hektare dan Kecamatan Betara seluas 9 hektare. Adapun lahan terdampak di sejumlah lokasi lainnya relatif tidak signifikan.
Menurut Riza, kerusakan tanaman padi disebabkan berbagai faktor, terutama kondisi alam. Selain kekeringan, sebagian tanaman juga terdampak banjir serta serangan organisme pengganggu tanaman.
“Kondisi seperti ini hampir setiap tahun terjadi, namun kerusakannya tidak berada dalam satu hamparan sawah secara menyeluruh,” tutur Riza, Kamis, 17 September 2026.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, lanjutnya, telah menyiapkan langkah penanganan bagi petani yang terdampak. Salah satunya dengan memberikan bantuan benih pengganti agar petani dapat kembali melakukan penanaman.
Riza mengatakan, apabila ketersediaan benih di daerah tidak mencukupi, pihaknya akan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jambi.
“Jika persediaan tidak mencukupi, kami akan mengusulkan bantuan benih kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan benih tersebut dapat diproses setelah pemerintah menerima laporan resmi dari kelompok tani atau pemerintah desa. Laporan harus disertai hasil pendataan dan verifikasi kondisi lahan di lapangan.
“Kami berkomitmen membantu petani yang terdampak. Selama ada laporan resmi dan memenuhi ketentuan, penggantian benih akan kami fasilitasi melalui mekanisme yang berlaku,” tuturnya.
Riza berharap penanganan tersebut dapat membantu petani kembali melakukan kegiatan budidaya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dengan demikian, dampak kerusakan tanaman padi terhadap produksi dan ketahanan pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....