Karhutla Tanjab Barat Capai 214 Hektare, Medan Sulit Jadi Kendala
- 24 Agt 2026 22:23 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat seluas 214,4 hektare hutan dan lahan hangus terbakar sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026. Peristiwa kebakaran ini tersebar di delapan kecamatan wilayah Tanjab Barat.
Data BPBD menunjukkan Kecamatan Batang Asam menjadi wilayah terdampak terluas mencapai 125,7 hektare, disusul Renah Mendaluh seluas 60,3 hektare, dan Bram Itam 17 hektare. Wilayah lainnya meliputi Senyerang 5 hektare, Betara 4,2 hektare, Merlung 1,5 hektare, Muara Papalik 0,5 hektare, serta Kuala Betara 0,2 hektare.
Koordinator Pusat Informasi BPBD Tanjab Barat, Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa kebakaran yang melanda kawasan tanah mineral seperti di Batang Asam kerap memicu tantangan berat saat proses pemadaman.
“Kalau di daerah Batang Asam, Renah Mendaluh, khususnya wilayah ulu itu topografinya perbukitan, di lereng-lereng,” ujar Syaiful pada Senin, 24 Agustus 2026.
Selain kontur tanah yang berbukit, keterbatasan pasokan air di lokasi kejadian turut menyulitkan personel Satgas Karhutla di lapangan. Sumber air terdekat hanya bergantung pada aliran Ujung Sungai Pengabuan.
“Medan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan tidak ada ketersediaan air sebagai sumber pemadaman,” ungkapnya.
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang memicu kekeringan, BPBD mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
“Di saat El Nino panjang atau puncak musim kekeringan ini, diminta kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” kata Syaiful menekankan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....