214 Hektare Lahan di Tanjab Barat Hangus Terbakar Sepanjang 2026

  • 24 Agt 2026 22:24 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus meluas hingga menembus angka 214,4 hektare selama periode Januari sampai 22 Agustus 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi kejadian yang tersebar di delapan kecamatan.

Kecamatan Batang Asam mencatatkan area kebakaran terluas dengan 125,7 hektare, disusul Kecamatan Renah Mendaluh seluas 60,3 hektare, dan Bram Itam 17 hektare. Wilayah terdampak lainnya meliputi Senyerang seluas 5 hektare, Betara 4,2 hektare, Merlung 1,5 hektare, Muara Papalik 0,5 hektare, serta Kuala Betara 0,2 hektare.

Koordinator Pusat Informasi BPBD Tanjab Barat, Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa luasan terbakar didominasi oleh area tanah mineral seperti di Batang Asam. Sementara itu, ancaman di lahan gambut membayangi wilayah Betara, Bram Itam, dan Senyerang.

“Kalau di daerah Batang Asam, Renah Mendaluh, khususnya wilayah ulu itu topografinya perbukitan, di lereng-lereng,” ujar Syaiful pada Senin, 24 Agustus 2026.

Selain kontur tanah perbukitan yang terjal, tim di lapangan juga harus bertarung dengan keterbatasan pasokan air dari Ujung Sungai Pengabuan.

“Medan hanya bisa melalui kendaraan roda dua dan juga tidak ada tersedianya air sebagai sumber pemadaman,” jelasnya.

Mengingat akumulasi luasan lahan yang terus meningkat di tengah ancaman cuaca ekstrem, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak memperburuk keadaan dengan membakar lahan.

“Disaat El Nino panjang atau musim puncak musim panjang kekeringan ini, diminta kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” pungkas Syaiful.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....