Erupsi Anak Gunung Krakatau Berdampak, Tiga Penerbangan Jambi-Jakarta Batal

  • 06 Sep 2026 16:26 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Minggu 6 September 2026. Kondisi tersebut turut menyebabkan tiga penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami pembatalan.

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan pembatalan terjadi karena operasional Bandara Soekarno-Hatta terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau.

“Kalau CGK (Soekarno-Hatta) tutup, kita dari sini mau terbang ke CGK tidak bisa, dari CGK ke sini juga tidak bisa,” tutur Ardon.

Adapun penerbangan yang dibatalkan yakni penerbangan Batik Air ID6807 rute Jambi–Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB. Kemudian Batik Air ID6804-6805 dengan rute Jakarta–Jambi–Jakarta, serta Citilink QG960-961 dengan rute Jakarta–Jambi–Jakarta.

Ardon Marbun menegaskan, kondisi tersebut tidak disebabkan oleh gangguan operasional di Bandara Sultan Thaha. Pembatalan dilakukan sebagai dampak dari kondisi di Bandara Soekarno-Hatta dan jalur penerbangan yang terdampak abu vulkanik.

“Bandara Sultan Thaha sebenarnya tidak ada pengaruh. Yang menjadi masalah adalah CGK sampai saat ini,” katanya.

Menurut Ardon, pemberitahuan mengenai kondisi operasional Bandara Soekarno-Hatta masih bersifat sementara dan terus diperbarui berdasarkan perkembangan kondisi erupsi. Saat ini, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diinformasikan hingga sekitar pukul 13.30 WIB, namun waktu tersebut masih dapat berubah.

“Ini akan di-update, apakah per jam, per dua jam atau 30 menit. Kalau CGK sudah dinyatakan buka, akan kita publish,” ujarnya.

Meski terdapat pembatalan penerbangan menuju Jakarta, sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Thaha tetap beroperasi. Salah satunya penerbangan Super Air Jet IU377 dengan rute Jambi–Yogyakarta yang tetap diberangkatkan.

“Buktinya penerbangan pagi ini dari Jambi ke Jogja tetap berangkat, ini sudah boarding. Yang cancel kalau ke CGK,” kata Ardon.

Ardon menyebut, pada kondisi normal, jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha pada hari ini mencapai sekitar sembilan keberangkatan dan tujuh kedatangan.

Sementara itu, tidak terdapat penumpukan penumpang di Bandara Sultan Thaha akibat pembatalan penerbangan. Para penumpang yang penerbangannya dibatalkan telah meninggalkan area bandara setelah mendapatkan informasi dari pihak maskapai.

“Jadi tidak ada lagi penumpukan penumpang di bandara kita sekarang. Setelah dinyatakan cancel flight, mereka meninggalkan bandara,” tuturnya.

Meski demikian, sebagian penumpang masih mempertimbangkan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang atau reschedule. Hal tersebut bergantung pada perkembangan kondisi erupsi dan kepastian dibukanya kembali operasional Bandara Soekarno-Hatta.

“Yang menjadi perhatian adalah penumpang kemungkinan mau reschedule, tapi tidak tahu sampai kapan. Kita masih melihat kondisi alam. Mereka mau reschedule besok, lusa, atau minggu berikutnya,” tutur Ardon.

Manajemen Bandara Sultan Thaha bersama tim operasional dan pihak terkait terus melakukan koordinasi serta memperbarui informasi penerbangan yang terdampak.

Ardon mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Thaha, khususnya penumpang dengan tujuan Jakarta, untuk terus memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai.

“Ini force majeure, bencana alam. Kita tidak bisa berbuat apa-apa juga. Yang penting informasi akan terus kita sampaikan,” katanya.

Manajemen InJourney Airports Bandara Sultan Thaha juga memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan bandara terus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa bandara di tengah dampak erupsi Anak Gunung Krakatau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....