1.776 Hektare Lahan Jambi Hangus, Sarolangun Terparah

  • 31 Agt 2026 22:26 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Jambi kian mengkhawatirkan seiring memuncaknya musim kemarau.

Kondisi tersebut menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan karhutla yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Senin, 31 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, membeberkan fakta terkait eskalasi luasan area yang terdampak.

Berdasarkan pemaparannya, ribuan hektare lahan telah dilalap api terhitung sejak awal tahun hingga jelang akhir Agustus.

"Luasan lahan terbakar dari Januari mencapai 1.776,56 hektare," kata Danrem, Senin, 31 Agustus 2026.

Jika dibedah lebih rinci dari data luasan tersebut, sebaran api cukup merata di berbagai kabupaten. Setelah Sarolangun yang mencatat angka tertinggi, Kabupaten Batang Hari menyusul dengan 374,50 hektare lahan terbakar, lalu Muaro Jambi seluas 325 hektare, dan Tanjung Jabung Barat 292,30 hektare. Wilayah lainnya seperti Tanjung Jabung Timur (189,63 hektare), Tebo (96,81 hektare), Bungo (14 hektare), hingga Merangin (10,3 hektare) juga tak luput dari amukan si jago merah.

"Luas lahan yang paling luas terbakar adalah di Kabupaten Sarolangun," katanya.

Ancaman karhutla ini juga tergambar jelas dari kemunculan titik panas (hotspot) yang tertangkap satelit. Sepanjang 1 Januari hingga 29 Agustus 2026, tercatat ada ribuan titik api yang mengepung Jambi.

"Total titik hotspot di wilayah Provinsi Jambi 5.102 titik hotspot," katanya memaparkan.

Meski luasan area terbakar paling parah ada di Sarolangun, namun untuk urusan sebaran titik panas, Kabupaten Muaro Jambi justru menduduki peringkat pertama dengan 817 hotspot. Angka ini dibayangi ketat oleh Sarolangun (703 titik), Batang Hari (693 titik), Tanjung Jabung Barat (597 titik), Tanjung Jabung Timur (558 titik), Tebo (554 titik), Merangin (483 titik), Bungo (327 titik), Kerinci (247 titik), dan Kota Jambi (123 titik).

Melihat ketimpangan antara jumlah hotspot dan luasan lahan yang terbakar di beberapa kabupaten, Brigjen TNI Nyamin memberikan penekanan di akhir laporannya.

"Kami lihat data, karhutla terbanyak di Kabupaten Sarolangun, kalau titik hotspot di Kabupaten Muaro Jambi," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....