Kurangi Beban APBD, Jambi Adopsi Skema Pembiayaan Kreatif DKI Jakarta

  • 31 Agt 2026 22:25 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kini coba disiasati oleh Pemerintah Kota Jambi agar pembangunan tidak jalan di tempat. Langkah taktis ini diwujudkan dengan mengadopsi skema creative financing (pembiayaan kreatif) melalui kesepakatan resmi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diteken pada Senin, 31 Agustus 2026.

Pertemuan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta tersebut menyoroti urgensi pencarian alternatif pendanaan infrastruktur daerah. Wali Kota Jambi, Maulana, secara terang-terangan menjadikan Jakarta sebagai kiblat bagi kotanya untuk melepaskan diri dari ketergantungan APBD.

“Kami melihat DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Bapak Pramono banyak sekali kemajuan-kemajuan, terutama di bidang creative financing, pembiayaan-pembiayaan tanpa menggunakan APBD. Kami, Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi, ingin banyak belajar,” ujar Maulana.

Bagi Jambi, penerapan pembiayaan kreatif ini dinilai mustahil tanpa adanya mesin penggerak ekonomi daerah yang sehat. Oleh karena itu, perombakan dan penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi fokus lanjutan dalam kesepakatan ini. Sejumlah perusahaan pelat merah Jambi yang masih seumur jagung akan langsung menimba ilmu dari raksasa BUMD Jakarta, seperti PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Sarana Jaya.

“Kami punya BUMD yang baru, mumpung baru mereka harus belajar. Alhamdulillah Pak Gubernur memberikan ruang yang seluas-luasnya. Semua BUMD kami akan coba belajar bersama dengan BUMD yang ada di DKI,” kata Maulana menambahkan.

Gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Ia meyakini bahwa terobosan finansial ini adalah kunci bagi kota-kota berkembang seperti Jambi untuk memperlebar ruang fiskal mereka tanpa membebani kas daerah.

“Saya yakin creative financing ini menjadi cara baru bagi pemerintah daerah mempunyai ruang untuk membangun daerahnya masing-masing. Kalau creative financing di Jakarta bisa, mudah-mudahan ini juga menjadi role model bagi daerah lain,” ungkap Pramono.

Selain urusan pendanaan dan ekonomi, kerja sama ini juga membuka peluang bagi Jambi untuk mereplikasi kesuksesan aplikasi layanan publik terintegrasi Jakarta Kini (JAKI), serta meminta dukungan hibah dan pelatihan untuk memperkuat armada pemadam kebakaran di Kota Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....