BI Jambi Hadirkan Gentala Arasi Fest 2026, Dorong Literasi dan Ekonomi Digital

  • 02 Sep 2026 07:21 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi kembali menghadirkan Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi ( Gentala Arasi ) Fest 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Gentala Arasi Fest 2026 akan digelar pada 3–6 September 2026 di Museum Sriwijaya Dharmakirti, kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, Kabupaten Muaro Jambi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi, Teddy Arief Budiman, mengatakan Gentala Arasi telah menjadi salah satu agenda regional berskala tinggi BI Jambi yang mengangkat isu digitalisasi ekonomi.

“Gentala Arasi sendiri memang sudah menjadi regional high level event di Bank Indonesia Jambi,” ujar Teddy, saat Bincang Media dengan para wartawan, Selasa 1 September 2026.

Menurutnya, digitalisasi ekonomi menjadi fokus utama karena perkembangan ekonomi digital saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BI ingin membawa pesan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam ekonomi dan keuangan secara inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pemilihan kawasan Candi Muaro Jambi sebagai lokasi Gentala Arasi Fest 2026 bukan tanpa alasan. Teddy mengatakan kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan peradaban yang sangat kuat bagi Jambi. Candi Muaro Jambi dikenal sebagai salah satu kawasan percandian penting yang memiliki jejak sejarah dan pernah menjadi pusat pembelajaran pada masa lampau.

Menurutnya, lokasi tersebut menjadi simbol yang tepat untuk menghubungkan warisan peradaban masa lalu dengan perkembangan teknologi masa kini.

“Kalau pendahulu kita di sana membuat suatu peradaban, kita ingin masuk ke peradaban digital. Kita ingin menghubungkan dan menjadi jembatan dua peradaban,” kata Teddy didampingi para Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi

Ia menegaskan, kemajuan digital tidak boleh membuat masyarakat melupakan sejarah. “Kita tidak boleh melupakan sejarah, tetapi kita juga harus menjangkau dan menghadapi zaman baru, zaman digital,” tuturnya.

Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai melalui Gentala Arasi 2026. Antara lain mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan digital melalui penguatan ekosistem sistem pembayaran serta sinergi berbagai program.

Meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat mengenai sistem pembayaran, perlindungan konsumen, serta keamanan dalam menggunakan layanan keuangan digital.

Teddy menilai literasi tersebut penting karena tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknologi digital masih beragam.

“Dari berbagai belahan daerah, mungkin masih ada masyarakat yang awam. Bahkan orang tua kita juga mungkin tidak terlalu familiar dengan kegiatan digital. Kami ingin mengedukasi dan meliterasi masyarakat secara inklusif,” katanya.

Melalui Gentala Arasi, BI Jambi juga ingin memperluas adopsi digitalisasi pada berbagai sektor ekonomi. Digitalisasi, kata Teddy, tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan, tetapi juga dapat diterapkan pada sektor kesehatan, UMKM, pariwisata, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Apakah hanya sebatas perdagangan? Sepertinya digitalisasi ini akan sangat kuat ke berbagai lini ekonomi. UMKM, bahkan pariwisata juga menjadi bagian yang akan kami sampaikan di acara ini,” katanya.

Teddy Arief Budiman juga menekankan bahwa digitalisasi ekonomi bukan hanya menjadi kepentingan Bank Indonesia. Menurutnya, penerapan transaksi digital dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan transparansi dan penerimaan asli daerah.

Ia mencontohkan digitalisasi pembayaran parkir dan tiket objek wisata. Dengan transaksi yang tercatat secara digital, potensi kebocoran penerimaan dapat ditekan. “Dengan digitalisasi, pembayaran langsung masuk ke rekening pemerintah sehingga kebocoran bisa diminimalkan,” kata Teddy.

Hal serupa dapat diterapkan dalam pengelolaan tiket destinasi wisata. Sistem tiket digital membuat transaksi lebih mudah dipantau dan mengurangi celah penyalahgunaan oleh oknum.

“Ini membawa dampak untuk peningkatan PAD, pendapatan asli daerah. Dan masih banyak lagi pemanfaatannya,” tambahnya.

Gentala Arasi Fest 2026 yang seremoni pembukaannya dijadwalkan berlangsung 4 September mendatang juga akan menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, mulai dari talkshow hingga workshop yang membahas sistem pembayaran digital, keamanan transaksi, perlindungan konsumen, hingga investasi.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya risiko masyarakat terjebak dalam aktivitas digital ilegal, termasuk judi online dan penipuan berbasis tautan.

BI Jambi akan berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara bertransaksi secara aman dan mengenali berbagai risiko di ruang digital.

Selain itu, edukasi mengenai pasar keuangan dan investasi juga akan diberikan, termasuk pengenalan investasi saham kepada masyarakat ritel.

“Nominal kecil pun sebenarnya bisa untuk masuk ke pasar saham. Mungkin bisa mengikuti acara tersebut dalam konteks bagaimana kita memahami pasar saham, tetapi juga dengan bijak mengelola keuangan,” ujar Teddy.

Selain edukasi, Gentala Arasi Fest 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan hiburan, showcase UMKM dan perbankan, serta sejumlah kompetisi.

Kompetisi yang disiapkan antara lain Banker's Idol, Lomba Mural, E-sport Mobile Legends, Lomba Tari Tradisional, dan Lomba Storytelling Tradisional.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus menyampaikan pesan digitalisasi dengan cara yang lebih dekat dan menarik, khususnya bagi generasi muda.

Gentala Arasi Fest juga akan menghadirkan pelaku UMKM dan produk-produk lokal Jambi sehingga kegiatan digitalisasi ekonomi dapat terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui Gentala Arasi Fest 2026, BI Jambi berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, keamanan transaksi digital, inovasi sistem pembayaran, serta peluang ekonomi di era digital. “Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua. Digitalisasi bukan hanya untuk Bank Indonesia, tetapi untuk kemaslahatan kita semua,” tutur Teddy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....