Dampak Karhutla, 805 Kasus ISPA Melanda Warga Batang Hari

  • 31 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau mulai berdampak pada kesehatan warga Kabupaten Batang Hari. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melaporkan temuan 805 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hanya dalam kurun waktu enam hari, terhitung dari 24 hingga 29 Agustus 2026.

Pengelola Data ISPA Dinkes Batang Hari, Sri Rahayu, menyatakan bahwa rekapitulasi ini didapat secara harian melalui pendataan digital dari 20 fasilitas kesehatan (faskes), yang mencakup seluruh puskesmas dan rumah sakit di Batang Hari.

"Kami menyebarkan Google Form ke 20 faskes sejak 24 Agustus untuk memantau data pasien terdampak krisis karhutla secara real-time. Hingga tanggal 29 Agustus pukul 14.00 WIB, tercatat akumulasi sebanyak 805 kasus ISPA yang masuk," ungkap Sri Rahayu, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut catatan Dinkes, pasien ISPA didominasi oleh kelompok rentan, yakni anak-anak, ibu hamil, serta lansia berusia di atas 60 tahun. Keluhan kesehatan yang mendominasi berkisar pada batuk, pilek, flu, asma, hingga sesak napas.

Untuk mempermudah pemetaan, berikut rincian sebaran kasus berdasarkan laporan harian Dinkes per 29 Agustus 2026:

Temuan Kasus Tertinggi Tingkat Faskes

Puskesmas Durian Luncuk: 103 kasus

Puskesmas Penerokan: 78 kasus

Puskesmas Muara Bulian: 65 kasus

Puskesmas Jangga Baru: 58 kasus

Puskesmas Mersam: 53 kasus

(Sebagai perbandingan, faskes dengan laporan terendah adalah RS Mitra Medika dengan 1 kasus dan RS Hamba 8 kasus).

Sebaran Kasus Tingkat Kecamatan

Muara Bulian: 172 kasus (gabungan Puskesmas Muara Bulian, Aro, dan Tenam)

Batin XXIV: 161 kasus

Bajubang: 106 kasus

Maro Sebo Ilir: 97 kasus

Muara Tembesi: 94 kasus

Maro Sebo Ulu: 71 kasus

Pemayung: 69 kasus

Mersam: 35 kasus

Meski sempat terjadi lonjakan hingga 180 kasus baru pada 28 Agustus lalu, pihak Dinkes menilai pergerakan angka ISPA dalam sepekan terakhir belum menunjukkan ledakan yang di luar kendali.

"Secara data mingguan sejak 24 Agustus, tren kenaikannya belum terjadi secara signifikan melonjak tinggi. Grafiknya masih naik-turun atau fluktuatif di beberapa puskesmas hari ini ada yang naik, besoknya turun lagi. Data harian terus kami evaluasi dan perbarui setiap sore pukul 14.00 WIB," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....