WALHI Jambi Dirikan Posko Darurat Karhutla

  • 31 Agt 2026 07:16 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID Jambi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan kondisi yang semakin menghawatirkan. Kebakaran yang terjadi disejumlah wilayah jambi tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mulai berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat melalui kabut asap yang semakin tebal dan mengganggu aktivitas.

Ditengah situasi tersebut WALHI jambi bersama 15 Organisasi mendirikan Posko Darurat, Karhutla sebagai bentuk respon cepat sekaligus solidaritas dan keberpihakan terhadap keselamatan rakyat serta lingkungan. Posko ini menjadi ruang untuk menghimpun informasi kejadian karhutla, menerima laporan masyarakat, memantau kondisi di lapangan serta mendokumentasikan dampak kebakaran dan kabut asap yang dirasakan warga.

WALHI Jambi menegaskan bahwa pendirian posko ini adalah bentuk kehadiran warga sipil,

dan dibentuk untuk melakukan pemantauan, pengumpulan informasi, pengaduan rakyat

dokumentasi kejadian karhutla, serta mendorong respon cepat pemerintah dan pihak terkait terhadap titik-titik kebakaran. WALHI Jambi juga mendesak pemerintah untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan, akses layanan kesehatan, informasi kualitas udara yang transparan, serta jaminan keselamatan bagi kelompok rentan.

Selain itu penegakan hukum yang tegas kepada korporasi yang terbukti menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan juga menjadi hal yang penting agar tidak terjadi lagi kebakaran yang berulang setiap musim kemarau tiba.

Berdasarkan hasil pantauan tercatat 99 titik hotspot pada hari ini dan sedikitnya 2.333 Ha lahan telah terbakar dalam kurun waktu Januari-Agustus 2026. Angka ini menurut WALHI Jambi menjadi bukti nyata atas kegagalan negara melindungi keselamatan rakyat dan lingkungan hidup dari bencana ekologis.

WALHI Jambi telah memberikan himbauan pada bulan April terkait potensi kebakaran hutan dan lahan karna menghadapi fenomena Gozilla El Nino, WALHI Jambi juga melakukan pemantauan deteksi dini untuk pemetaan wilayah rawan karhutla dan titik kebakaran berulang tak hanya sampai disitu WALHI Jambi juga melakukan penguatan kepada warga dampingan untuk medorong keterlibatan warga desa dalam pemantauan dan pelaporan kebakaran sebagai mata dan telinga dalam deteksi dini.

" Karhutla semakin meluas, kabut asap semakin tebal sementara rakyat dipaksa hidup dalam ancaman bencana ekologis. Posko darurat karhutla adalah bentuk teguran keras bahwa situasi karhutla sudah membutuhkan penanganan yang serius, cepat, transparan dan terukur, " kata Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, Minggu 30 Agustus 2026.

WALHI Jambi menegaskan bahwa kabut asap bukan konsekuensi yang harus diterima rakyat setiap musim kemarau, " ini adalah persoalan ekologis dan persoalan perlindungan keselamatan rakyat yang harus ditangani sampai akar masalah. Rakyat berhak menghirup udara bersih, bukan mengirup asap dari kegagalan pengelolaan lingkungan," kata Oscar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....