Kabut Asap Pekat, Muaro Jambi Perpanjang Belajar Daring 3 Hari
- 31 Agt 2026 15:21 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kondisi kabut asap yang kian pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut melumpuhkan aktivitas belajar mengajar tatap muka di Kabupaten Muaro Jambi. Merespons memburuknya kualitas udara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat resmi memperpanjang masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari ke depan.
Kebijakan belajar daring ini mulai diterapkan pada Senin, 31 Agustus 2026 hingga Rabu, 2 September 2026. Aturan tersebut wajib diikuti oleh seluruh satuan pendidikan jenjang TK, SD, hingga SMP sederajat yang berada di bawah naungan Disdikbud Muaro Jambi.
Kepala Disdikbud Muaro Jambi, Kasyful Iman, menyebutkan bahwa keputusan ini terpaksa diambil lantaran udara yang tercemar sangat berisiko memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak.
“Sehubungan dengan kondisi kualitas udara dalam wilayah Kabupaten Muaro Jambi masih dalam kondisi kurang baik bagi kesehatan, kegiatan belajar mengajar peserta didik tetap dilaksanakan secara daring atau online,” kata Kasyful pada Minggu, 30 Agustus 2026 sore.
Meski para siswa dipulangkan untuk belajar dari rumah melalui berbagai platform digital, aturan berbeda justru berlaku bagi para tenaga pengajar. Seluruh guru dan staf kependidikan diwajibkan tetap hadir dan bertugas di sekolah masing-masing.
“Untuk tenaga pendidik dan guru tetap melaksanakan tugas di sekolah masing-masing dengan menggunakan platform atau media yang ada. Guru juga tetap menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan,” tutur Kasyful.
Untuk memastikan kualitas pendidikan tidak menurun selama masa PJJ, Kasyful menginstruksikan para kepala sekolah agar rutin memonitor pelaksanaan belajar daring.
“Kepala satuan pendidikan diminta memonitor pelaksanaan pembelajaran secara daring di satuan pendidikannya masing-masing,” tuturnya.
Di sisi lain, Disdikbud Muaro Jambi juga meminta partisipasi aktif dari para orang tua. Wali murid diharapkan bisa menjaga ketat anak-anaknya agar tidak keluyuran di tengah kepungan kabut asap.
“Orang tua atau wali peserta didik agar turut serta memantau kondisi kesehatan anak serta membatasi aktivitas di luar rumah,” katanya.
Hingga saat ini, pemerintah daerah dan pihak sekolah masih terus memantau perkembangan cuaca. Pembelajaran tatap muka baru akan kembali digelar jika kualitas udara sudah terkonfirmasi aman untuk dihirup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....