Kabut Asap, Kasus ISPA Kota Jambi Meningkat 2.053 Pasien

  • 29 Agt 2026 08:20 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau mulai berdampak serius pada kesehatan warga. Angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Jambi melonjak drastis hingga menyentuh 2.053 kasus pada minggu ke-32 tahun ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi mencatat grafik kasus terus menanjak mendekati puncak musim kemarau. Menanggapi situasi pada Jumat, 28 Agustus 2026 ini, pihak Dinkes terus menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

"ISPA merupakan penyakit yang dapat terjadi sepanjang tahun. Namun, paparan asap dan kualitas udara yang buruk dapat memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada kelompok masyarakat rentan," tegas dr. Rini Kartika, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi, Jumat 28 Agustus 2026.

Untuk menyederhanakan data yang terus berfluktuasi sejak awal musim kemarau, berikut adalah rekapitulasi pergerakan kasus ISPA di Kota Jambi:

Tren Kasus Mingguan (Juni - Agustus 2026)

Minggu ke-23: 1.694 kasus

Minggu ke-24: 1.444 kasus

Minggu ke-25: 1.678 kasus

Minggu ke-26: 1.362 kasus

Minggu ke-27: 1.474 kasus

Minggu ke-28: 1.593 kasus

Minggu ke-29: 1.916 kasus

Minggu ke-30: 2.250 kasus (Rekor tertinggi)

Minggu ke-31: 2.017 kasus

Minggu ke-32: 2.053 kasus

Minggu ke-33: 1.681 kasus

Tren Kasus Harian Akhir Agustus 2026

24 Agustus: 473 kasus

26 Agustus: 501 kasus

27 Agustus: 380 kasus

Meski sempat ada penurunan harian sebesar 24 persen pada 27 Agustus, Dinkes sama sekali tidak mengendurkan pengawasan. Asap karhutla yang masih menyelimuti sejumlah wilayah membuat ancaman gangguan pernapasan tetap tinggi.

Masyarakat sangat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Penggunaan masker menjadi langkah wajib untuk menyaring paparan partikel asap, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun paru-paru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....