Tembus Proteksi Tarif 100 Persen, Pinang Jambi Tetap Buruan Pasar India
- 28 Agt 2026 15:00 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Tingginya dinding proteksi perdagangan yang diterapkan Pemerintah India nyatanya tidak surut memadamkan daya pikat pinang asal Provinsi Jambi. Meski dihantam tarif impor setinggi 100 persen dan aturan batas harga minimum atau Minimum Import Price (MIP) sebesar INR 351 per kilogram, komoditas unggulan Bumi Sepucuk Jambi 9 Lurah ini tetap menjadi buruan utama di pasar Negeri Khasanah tersebut.
India merupakan salah satu pasar tradisional terbesar bagi komoditas pinang Indonesia. Namun, regulasi ketat serta standar keamanan pangan yang diterapkan otoritas setempat acap kali menjadi sandungan utama bagi para pelaku usaha nasional. Tanpa jaminan kualitas dan pemenuhan syarat sanitari yang presisi, produk pinang sangat rentan ditolak di pelabuhan tujuan.
Kepala International Trade Promotion Center (ITPC) Chennai, Amesta Yisca Putri, mengungkapkan bahwa ketatnya kebijakan proteksi India sengaja diberlakukan untuk melindungi petani domestik mereka. Meski demikian, tingginya permintaan industri pengolahan di India membuat pinang asal Jambi tetap memiliki celah pasar yang sangat menjanjikan, asalkan eksportir konsisten menjaga mutu.
"Kondisi tersebut membuat pemenuhan persyaratan karantina menjadi bagian penting dalam proses ekspor," kata Amesta saat memaparkan analisis pasar dalam webinar Go Ekspor, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menjawab tantangan regulasi tersebut, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi (Karantina Jambi) mengambil peran aktif di garda terdepan. Badan Karantina Indonesia (Barantin) tidak hanya bertindak sebagai pengawas lalu lintas komoditas, tetapi juga memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan kepada para eksportir dan UMKM agar setiap pengiriman mengantongi sertifikasi internasional yang sah.
Kepala Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, menegaskan pentingnya pemenuhan standar Sanitary and Phytosanitary (SPS) agar komoditas lokal mampu menembus barikade tarif dan syarat teknis negara tujuan tanpa hambatan berarti.
"Karantina hadir untuk memastikan seluruh komoditas pertanian dan perikanan tanah air memenuhi standar sanitari dan fitosanitari internasional. Dengan jaminan kesehatan dan keamanan hayati, produk lokal akan memiliki daya saing tinggi dan hambatan dagang di pasar global dapat diminimalisir," tutur Sudiwan.
Keberhasilan menembus ketatnya pasar India dibuktikan oleh realisasi ekspor daerah yang tetap menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor pinang Jambi melonjak tajam hingga menembus angka Rp1,3 triliun. Tren kuat ini terus berlanjut hingga tahun 2026 berjalan, di mana tercatat nilai pengiriman sudah mencapai Rp787,9 miliar dari 421 kali proses sertifikasi ekspor.
Kekuatan daya saing pinang Jambi di pasar global juga didukung oleh keberadaan varietas unggulan Pinang Betara. Varietas yang dibudidayakan oleh puluhan ribu petani lokal ini telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis sejak Juni 2026, yang makin mengukuhkan identitas mutu dan keunggulan cita rasanya di kancah internasional.
Pendampingan intensif dari Karantina Jambi ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelaku usaha daerah. Salah satunya adalah PT Bintang Timur Serumpun, eksportir lokal yang sukses mengirimkan lebih dari 600 kontainer pinang ke pasar mancanegara sejak 2021 berkat pemenuhan dokumen resmi seperti Phytosanitary Certificate, Certificate of Origin, dan Fumigation Certificate.
Langkah sinergis ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, H. Syamsurizal, menyatakan bahwa Pemprov terus berkomitmen mendorong penguatan kapasitas petani sekaligus mempercepat agenda hilirisasi pinang. Langkah ini dinilai krusial agar Jambi kelak tidak hanya mengekspor bahan mentah, melainkan mampu memproduksi barang turunan bernilai tambah tinggi.
Melalui integrasi layanan karantina yang adaptif serta penguatan kualitas di tingkat petani, komoditas pinang Jambi optimistis dapat terus mempertahankan hegemoninya di pasar India dan memperluas jangkauan ke negara-negara tujuan baru di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....