Harga Bawang Merah Turun, Jambi Alami Deflasi 0,06 Persen pada Juli 2026

  • 03 Agt 2026 21:04 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Laju indeks harga konsumen di Provinsi Jambi mencatatkan penurunan tipis atau deflasi secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,06 persen pada Juli 2026. Melimpahnya pasokan bawang merah dari daerah penghasil yang tengah panen raya menjadi faktor utama di balik melandainya harga di pasaran.

Kendati demikian, jika dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year), Jambi justru mengalami inflasi sebesar 3,25 persen. Kenaikan tajam harga emas perhiasan dan penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax menjadi pendorong utamanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan bahwa pergerakan komoditas pada Juli 2026 terbilang cukup dinamis. Di satu sisi harga bawang merah merosot, namun di sisi lain harga daging ayam ras justru merangkak naik akibat melonjaknya permintaan.

"Jadi, Juni dibandingkan Juli baru ada kenaikan. Pada Juli 2026 ini harga daging ayam ras mengalami kenaikan karena didorong oleh kegiatan SPPG yang sudah mulai aktif setelah sekolah kembali masuk usai libur," ujar Aidil saat rilis resmi BPS Jambi, Senin 3 Agustus 2026.

Aktifnya kembali Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat sebagian pasokan daging ayam ras terserap untuk kebutuhan tersebut, sehingga ketersediaan di pasar umum menjadi berkurang.

Sementara untuk komoditas pemicu deflasi bulanan, Aidil menyebut pasokan bawang merah melimpah lantaran wilayah sentra produksi sedang memasuki masa panen pasokan.

"Kalau kita biasanya dari Kerinci dan Padang. Jadi ini untuk bawang merah," ungkapnya.

Memasuki pertengahan tahun ini, inflasi tahun kalender (year-to-date) Jambi hingga Juli 2026 tercatat berada di angka 1,73 persen. Sepanjang 2026, Jambi tercatat sudah dua kali mengalami deflasi, yakni pada Januari dan Juli, sementara lima bulan sisanya konsisten mengalami inflasi.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terdalam sebesar 0,49 persen dengan andil 0,16 persen. Menariknya, kelompok kesehatan justru menekan angka inflasi secara bertolak belakang akibat penyesuaian tarif di fasilitas kesehatan.

"Sementara kalau kita lihat lagi di tabel ini, yang mengalami kenaikan itu adalah kesehatan. Jadi kesehatan ini ada tarif rumah sakit yang mengalami kenaikan, yaitu salah satu rumah sakit semi pemerintah," terang Aidil.

Penyesuaian tarif tersebut mengerek inflasi kelompok kesehatan hingga 3,35 persen dengan andil 0,09 persen. Sebaliknya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi 0,52 persen seiring fluktuasi harga emas.

Secara umum, tren inflasi tahunan Jambi sepanjang 2026 bergerak stabil di rentang 3 hingga 4 persen. Angka tertinggi sempat menyentuh 4,5 persen pada Februari, dan titik terendah berada di angka 2,1 persen pada April.

"Kalau kita lihat, inflasi Provinsi Jambi pada Juli ini lebih tinggi dibandingkan Juli 2025. Karena pada Juli 2025 inflasi kita hanya sebesar 2,71 persen, sedangkan sekarang mencapai 3,25 persen," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....