Program Gizi Sekolah Dimulai Harga Daging Ayam di Jambi Meningkat
- 03 Agt 2026 21:03 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Berakhirnya masa libur sekolah dan dimulainya kembali Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berimbas langsung pada pergerakan harga pangan di pasar tradisional Provinsi Jambi. Komoditas daging ayam ras mencatatkan kenaikan harga sepanjang Juli 2026 akibat lonjakan permintaan pasar.
Tingginya serapan bahan pangan untuk program gizi anak sekolah tersebut membuat porsi pasokan daging ayam ras yang beredar di pasar umum menjadi berkurang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha, membenarkan adanya pergeseran tren harga daging ayam ras dari bulan sebelumnya. Aktivitas pemenuhan gizi di sekolah-sekolah menjadi pendorong utama dinamika ini.
"Jadi, Juni dibandingkan Juli baru ada kenaikan. Pada Juli 2026 ini harga daging ayam ras mengalami kenaikan karena didorong oleh kegiatan SPPG yang sudah mulai aktif setelah sekolah kembali masuk usai libur," kata Aidil, Senin 3 Agustus 2026.
Meski harga ayam merangkak naik, Provinsi Jambi secara umum justru mengalami deflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,06 persen pada Juli 2026. Hal ini terjadi berkat penahan laju inflasi dari komoditas bawang merah yang harganya merosot tajam akibat panen raya di sejumlah daerah sentra.
"Kalau kita biasanya dari Kerinci dan Padang. Jadi ini untuk bawang merah," jelasnya terkait melimpahnya pasokan bawang yang menekan inflasi daerah.
Di sisi lain, BPS mencatat bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terdalam yakni 0,49 persen. Namun, warga Jambi juga diimbau mencermati adanya kenaikan biaya layanan di sektor kesehatan yang turut memberi andil terhadap angka inflasi tahunan.
"Sementara kalau kita lihat lagi di tabel ini, yang mengalami kenaikan itu adalah kesehatan. Jadi kesehatan ini ada tarif rumah sakit yang mengalami kenaikan, yaitu salah satu rumah sakit semi pemerintah," tambah Aidil.
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Provinsi Jambi berada di angka 3,25 persen pada Juli 2026—lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,71 persen. Selain didorong faktor kenaikan harga bensin Pertamax, gejolak harga emas dunia juga memberi sumbangan signifikan terhadap inflasi daerah.
"Kalau kita lihat, inflasi Provinsi Jambi pada Juli ini lebih tinggi dibandingkan Juli 2025. Karena pada Juli 2025 inflasi kita hanya sebesar 2,71 persen, sedangkan sekarang mencapai 3,25 persen," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....