BPBD Tanjab Barat Catat 210 Kejadian Karhutla Sepanjang 2026
- 24 Agt 2026 22:26 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencapai angka mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 210 kejadian karhutla melanda berbagai kecamatan sepanjang periode Januari hingga 22 Agustus 2026.
Kecamatan Batang Asam menjadi wilayah paling rawan dengan angka tertinggi mencapai 119 kejadian. Disusul Kecamatan Renah Mendaluh sebanyak 73 kejadian, Senyerang 7 kejadian, serta Bram Itam, Merlung, dan Betara masing-masing mencatatkan 3 kejadian. Sementara itu, Kecamatan Muara Papalik dan Kuala Betara masing-masing melaporkan 1 kejadian.
Rentetan peristiwa kebakaran tersebut telah merusak total 214,4 hektare lahan. Luasan terdampak paling parah berada di Kecamatan Batang Asam seluas 125,7 hektare dan Renah Mendaluh seluas 60,3 hektare. Kerusakan lain juga tersebar di Bram Itam (17 hektare), Senyerang (5 hektare), Betara (4,2 hektare), Merlung (1,5 hektare), Muara Papalik (0,5 hektare), dan Kuala Betara (0,2 hektare).
Koordinator Pusat Informasi BPBD Tanjab Barat, Syaiful Anwar, menerangkan bahwa mayoritas kasus kebakaran terkonsentrasi di kawasan tanah mineral seperti Batang Asam. Berbeda halnya dengan wilayah Betara, Bram Itam, dan Senyerang yang tergolong rawan karena didominasi lahan gambut.
Karakteristik medan tanah mineral di wilayah ulu pun diakui menjadi kendala utama tim satgas saat berupaya memadamkan kobaran api.
“Kalau di daerah Batang Asam, Rantau Mendaluh, khususnya wilayah ulu itu topografinya perbukitan, di lereng-lereng,” ujar Syaiful pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....