BMKG: Atmosfer Jambi Belum Mendukung Operasi Modifikasi Cuaca

  • 24 Agt 2026 22:13 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi— Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dinilai belum efektif dilakukan dalam waktu dekat. BMKG menyebut kondisi atmosfer saat ini belum mendukung pembentukan awan hujan.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan pelaksanaan modifikasi cuaca membutuhkan kondisi atmosfer tertentu agar bahan yang digunakan dapat memicu pertumbuhan awan hujan.

"Untuk di bulan Agustus ini, kondisi atmosfer belum mendukung untuk berpotensi terjadi hujan. Jadi kalau kita laksanakan modifikasi cuaca, nanti bahannya itu akan menguap, terurai di udara. Jadinya tidak mendukung pembentukan awan hujan," kata Jaya, kepada RRI, senin, 24 Agustus 2026.

Menurut dia, keberhasilan OMC sangat bergantung pada sejumlah parameter atmosfer, mulai dari pertumbuhan awan, kelembapan udara di lapisan atas, kondisi angin, hingga stabilitas atmosfer.

"Harus ada beberapa parameter yang mendukung, seperti pertumbuhan awan, kelembapan udara di lapisan atas, kemudian anginnya seperti apa, stabilitas udaranya bagaimana," jelasnya.

Untuk sepekan ke depan, lanjut Jaya, dinamika atmosfer di Jambi masih kurang mendukung pelaksanaan OMC untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap dinamika atmosfer untuk melihat perubahan kondisi yang memungkinkan dilakukannya modifikasi cuaca.

"Kita terus memonitor bagaimana situasi atmosfer ini, stabilitasnya seperti apa," ujarnya.

Di sisi lain, kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat potensi karhutla tetap tinggi. BMKG memprediksi musim kemarau di Jambi masih bertahan hingga pertengahan Oktober, sementara hujan yang muncul nantinya belum tentu merata.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengandalkan hujan sebagai satu-satunya upaya untuk mengurangi risiko karhutla. Pencegahan dan penanganan dini terhadap titik api tetap menjadi langkah penting selama periode kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....