Musim Kemarau Diprediksi Hingga Pertengahan Oktober 2026
- 24 Agt 2026 22:12 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Musim kemarau di Provinsi Jambi diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jambi masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dalam sepekan ke depan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan peluang hujan masih terbuka, terutama di wilayah Jambi bagian barat.
"Untuk sepekan ke depan, Provinsi Jambi umumnya masih diperkirakan cerah hingga cerah berawan. Potensi hujan ada di Jambi bagian barat, di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh, serta sebagian Merangin bagian barat," kata Jaya kepada RRI, Senin 24 Agustus 2026.
Namun, hujan yang berpotensi turun tersebut diperkirakan bersifat sporadis dan lokal sehingga belum merata di seluruh wilayah Jambi.
Sementara itu, wilayah Jambi bagian tengah dan timur diprediksi masih mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut membuat suhu udara terasa panas karena intensitas penyinaran matahari cukup tinggi.
Jaya menjelaskan, panjangnya musim kemarau tidak terlepas dari faktor dinamika atmosfer berskala global. Salah satunya adalah fenomena El Niño yang masih terpantau.
"Kalau skala global ini memang masih terpantau adanya fenomena El Niño. Kalau ada El Niño, artinya Indonesia mengalami pengurangan kejadian hujan," ujarnya.
Menurut dia, intensitas El Niño pada Agustus-September berada pada kategori kuat hingga sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan mulai melemah memasuki pertengahan Oktober.
Meski peluang hujan mulai muncul pada periode tersebut, curah hujan diperkirakan belum merata.
"Musim kemarau ini masih berlanjut sampai pertengahan Oktober. Namun sampai pertengahan Oktober itu mungkin ada hari yang terjadi hujan, tetapi hujannya tidak cukup besar," katanya.
BMKG memperkirakan sebagian wilayah seperti Sarolangun, Merangin, dan Bungo mulai berpeluang mengalami hujan pada pertengahan Oktober, tetapi cakupannya masih terbatas.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap bersiap menghadapi cuaca panas dan kering, khususnya di wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....