Karhutla Belum Sepenuhnya Padam, Bupati Muaro Jambi Perkuat Sinergi
- 18 Agt 2026 11:40 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi Budhi Hartono, S.Sos., MT., menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Penanggulangan Karhutla Makorem 042/GAPU, Selasa 18 Agustus 2026.
Rapat yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. selaku Danrem 042/GAPU sekaligus Plh. Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi.
Rakor turut dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal, Karo Ops Polda Jambi, Wakapolres Muaro Jambi, Dandim 0415/Jambi, Kepala Kejari Muaro Jambi, Kalaksa BPBD Provinsi dan Kabupaten, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BMKG Jambi, Basarnas, Manggala Agni, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Provinsi Jambi Kurniawan Gotama, Damkar Kabupaten Muaro Jambi, serta sejumlah OPD terkait.
Dalam rapat tersebut terungkap, karhutla di Kabupaten Muaro Jambi telah terjadi sejak 5 Agustus 2026 dan hingga kini belum sepenuhnya padam. Titik kebakaran tersebar di empat kecamatan.
Di Kecamatan Kumpeh, titik api berada di Desa Rondang, Pematang Raman, Kelurahan Tanjung, Seponjen, dan Rantau Panjang. Sementara di Kecamatan Mestong, kebakaran terjadi di Desa Nyogan dan Kelurahan Tempino.
Adapun di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), titik karhutla berada di Desa Mendalo Darat, Pematang Gajah, dan Muaro Pijoan. Sedangkan di Kecamatan Sungai Gelam, kebakaran terjadi di Desa Persiapan Air Merah.

Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno menyampaikan, sejak Maret hingga 15 Agustus 2026 tercatat sebanyak 25 kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Menurutnya, kebakaran terluas terjadi di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, pada 5–15 Agustus 2026. Penanganan di lokasi tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan gambut dengan kedalaman mencapai 4–5 meter, tidak tersedianya akses jalan, keterbatasan sumber air, serta tiupan angin.
“Dengan sinergitas Satgas Provinsi dan Kabupaten, api dapat dikendalikan dan dipadamkan. Untuk Rondang saat ini sudah padam dan sedang pendinginan,” ujar Bambang.
Perusahaan Diminta Terlibat
Bambang menegaskan, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi akan memanggil perusahaan yang beroperasi di wilayahnya agar terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
Ia meminta perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kadang perusahaan tidak memikirkan dampak. Ke depan perusahaan harus punya tugas jelas dan ikut andil,” tegasnya.
Selain penanganan saat kebakaran terjadi, Bupati juga meminta langkah mitigasi dan pencegahan diperkuat. Menurutnya, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, dengan mengutamakan pencegahan sebelum kebakaran meluas.
“Mitigasi harus diperkuat agar Muaro Jambi menjadi percontohan bagi daerah lain. Penanganan harus berupa pencegahan, bukan hanya setelah kejadian,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....