Basarnas Jambi Ingatkan Bahaya Arus Bawah di Pasir Timbul Sungai Batanghari
- 11 Agt 2026 07:12 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Fenomena pasir timbul di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Batanghari yang belakangan dimanfaatkan masyarakat sebagai objek wisata musiman ternyata menyimpan potensi bahaya. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas ) Jambi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai arus bawah dan perubahan kedalaman sungai yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden anak kecil tenggelam di kawasan pasir timbul sungai Batanghari beberapa waktu lalu.
Humas Basarnas Jambi, Lutfi Mulyawan, mengatakan fenomena pasir timbul memang kerap muncul ketika kondisi Sungai Batanghari sedang surut dan mengalami pendangkalan, terutama di bagian tepi sungai.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat kawasan sungai aman untuk aktivitas masyarakat.
"Imbauan ini sebenarnya untuk evaluasi dari beberapa kali kejadian. Pasir timbul ini kan hampir setiap tahunnya muncul," ujar Lutfi, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami karakteristik Sungai Batanghari sebelum beraktivitas di kawasan pasir timbul. Pasalnya, permukaan pasir yang terlihat dangkal belum tentu menggambarkan kondisi dasar sungai sebenarnya.
| Baca juga: BNN Jambi Gelar Peringatan HANI 2026 |
Lutfi menjelaskan, di sejumlah bagian sungai dapat terdapat lubuk atau cekungan yang cukup dalam. Kondisi tersebut semakin berbahaya apabila terjadi longsoran atau pengikisan pada bagian pasir yang berada di tengah sungai.
"Jangan terlalu terlena dengan terjadinya pasir timbul dan akhirnya menjadi wisata dadakan," katanya.
Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti longsoran di daratan. Ketika bagian pasir atau tanah terkikis dan longsor ke dalam sungai, material tersebut dapat langsung jatuh ke bagian yang lebih dalam dan memengaruhi arus di sekitarnya.
"Ketika sudah masuk pusaran arus, orang yang bisa berenang pun bisa tidak terselamatkan," tegasnya.
Karena itu, Basarnas mengingatkan masyarakat agar tidak mengandalkan kemampuan berenang saat beraktivitas di kawasan pasir timbul.
Masyarakat yang bermain di sekitar perairan juga diminta menggunakan alat keselamatan seperti life jacket. Jika tidak memiliki jaket pelampung, masyarakat setidaknya disarankan menyiapkan alat bantu apung seperti ban karet.
| Baca juga: Wapres Gubran Tinjau Tol Bayung Lincir |
"Ketika memang kita bermain di wilayah perairan, pastikan kita punya peralatan safety seperti life jacket. Kalau mungkin life jacket agak susah kita cari atau susah kita beli, minimal punya ban karet," jelas Lutfi.
Basarnas Jambi juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di kawasan pasir timbul.
Anak-anak tidak boleh dibiarkan berenang atau bermain air tanpa pendampingan orang dewasa dan tanpa menggunakan alat pelindung keselamatan.
Basarnas menilai pengawasan menjadi semakin penting karena fenomena pasir timbul dapat memberikan kesan seolah-olah kawasan tersebut aman dan dangkal.
"Jangan membiarkan anak-anak berenang atau bermain air tanpa pendampingan orang dewasa dan tanpa pelampung," lanjut Lutfi.
Selain masyarakat, Basarnas Jambi juga meminta pengelola wisata maupun kelompok masyarakat di sekitar lokasi pasir timbul ikut menyiapkan peralatan keselamatan.
Lutfi mengatakan keberadaan alat keselamatan dasar sangat dibutuhkan untuk memberikan pertolongan awal apabila terjadi kondisi membahayakan manusia.
Peralatan yang dapat disiapkan antara lain ring buoy atau ban pelampung, tali lempar (throw bag), serta petugas yang melakukan pengawasan di sekitar lokasi wisata.
"Kita berharap mungkin kalau ada pengelola di wilayah tersebut, pengelola wisatanya ataupun desa terkait yang ikut ada di wilayah tersebut, bisa menyiapkan peralatan keamanannya," katanya.
Menurut Lutfi, Basarnas memiliki keterbatasan personel, sementara lokasi pasir timbul di Sungai Batanghari terdapat di sejumlah titik. "Personel kami terbatas, sedangkan pasir timbul ini ada beberapa titik," ujarnya.
Beberapa kawasan yang disebutnya memiliki fenomena pasir timbul antara lain wilayah Sekernan dan kawasan sekitar Jembatan Aur Duri I. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
Basarnas Jambi juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila terjadi kecelakaan atau kondisi darurat di kawasan perairan.Laporan dapat disampaikan melalui call center Basarnas Jambi di nomor 115 (bebas pulsa_ ataupun bisa juga menghubungi perangkat desa maupun instansi terkait seperti TNI, Polri, Babinsa, dan BPBD di wilayah masing-masing.
"Jika memang ada kejadian yang tidak kita inginkan akhirnya terjadi, silakan menghubungi Basarnas Jambi, call centernya di 115," ujar Lutfi.
Basarnas menegaskan fenomena pasir timbul tidak harus dijauhi sepenuhnya karena kawasan tersebut memang menjadi daya tarik masyarakat, terutama saat musim kemarau dan musim liburan.
Namun, masyarakat diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan. "Kita juga tidak bisa melarang masyarakat untuk pergi ke sana karena memang antusias masyarakat. Lebih hati-hati ketika berada di wilayah tersebut," pungkas Lutfi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....