Investasi Jambi Semester I 2026 Capai Rp4,22 Triliun PMDN Masih Mendominasi

  • 07 Agt 2026 13:32 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi – Realisasi investasi di Provinsi Jambi selama semester pertama 2026 mencapai Rp4,228 triliun. Meski pada triwulan II terjadi perlambatan dibandingkan triwulan I, pemerintah daerah tetap optimistis capaian investasi akan meningkat hingga akhir tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Agus Sunaryo, mengatakan realisasi investasi pada triwulan I tercatat sebesar Rp2,503 triliun, sedangkan pada triwulan II mencapai Rp1,725 triliun.

"Memang kita melihat total investasi di Provinsi Jambi pada triwulan I sebesar Rp2,503 triliun dan triwulan II sebesar Rp1,725 triliun. Artinya memang mengalami perlambatan dibanding triwulan pertama. Namun secara total, realisasi investasi semester pertama mencapai Rp4,228 triliun," ujar Agus dalam rilis bersama, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurutnya, investasi di Provinsi Jambi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kontribusi PMDN mencapai 75,99 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 24,01 persen.

Agus menjelaskan, investasi tersebut tersebar di seluruh 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Dari seluruh daerah, Kabupaten Muaro Jambi menjadi wilayah dengan realisasi investasi terbesar.

"Investor paling banyak masuk ke Kabupaten Muaro Jambi. Ini menunjukkan daerah tersebut masih menjadi tujuan utama investasi di Provinsi Jambi," katanya.

Masuknya investasi, lanjut Agus, memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga semester pertama 2026, investasi yang masuk telah menyerap sebanyak 8.090 tenaga kerja Indonesia (TKI) serta mempekerjakan 11 tenaga kerja asing (TKA).

"Adanya investasi tentu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Harapannya, semakin banyak investor yang menanamkan modal di Jambi sehingga dapat membantu menurunkan tingkat pengangguran terbuka," ujarnya.

Dari sisi asal negara, investasi asing di Provinsi Jambi masih didominasi investor dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Selain itu terdapat investasi dari Prancis, Malaysia, Amerika Serikat, India, dan sejumlah negara lainnya.

Sementara berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar masih mengalir ke sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Agus menilai kondisi tersebut sejalan dengan karakteristik perekonomian Provinsi Jambi yang masih bertumpu pada sektor agribisnis.

"Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan masih menjadi sektor yang paling diminati investor. Hal ini sejalan dengan potensi ekonomi yang selama ini menjadi unggulan Provinsi Jambi," jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap tren investasi dapat terus meningkat pada triwulan III dan IV sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Kami berharap realisasi investasi pada triwulan berikutnya semakin meningkat sehingga memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi," tutup Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....