Pemicu Kekerasan terhadap Anak Kurangnya Perhatian Orang Tua
- 05 Agt 2026 21:26 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kurangnya perhatian dan komunikasi dalam keluarga dinilai menjadi faktor utama yang memicu terjadinya kekerasan terhadap anak di Provinsi Jambi. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga dinilai lebih penting dibandingkan hanya mengandalkan penindakan hukum terhadap pelaku.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi, Asi Noprini, mengatakan sebagian besar kasus yang ditangani berawal dari lemahnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak sehari-hari.
Menurutnya, orang tua perlu mengetahui lingkungan pergaulan anak, aktivitas yang dilakukan, hingga membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa nyaman menyampaikan persoalan yang dihadapi.
"Ketahanan keluarga menjadi yang paling utama. Orang tua harus peduli dengan aktivitas anak setiap hari, mengetahui dengan siapa mereka bergaul, dan terus membangun komunikasi," ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026.
Asi mengungkapkan, hingga pertengahan 2026, UPTD PPA Provinsi Jambi telah menangani 52 kasus kekerasan terhadap anak. Kasus tersebut masih didominasi kekerasan seksual, disusul kekerasan fisik dan perundungan (bullying). Dengan jumlah tersebut, tren kasus tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain melakukan pendampingan terhadap korban, UPTD PPA juga menggencarkan upaya pencegahan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Polda Jambi, hingga Densus 88 Antiteror, terutama dalam penanganan anak yang terpapar paham radikal.
Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional, Asi mengingatkan orang tua agar tidak menyerahkan pengasuhan sepenuhnya kepada gawai. Menurutnya, di era digital saat ini anak dapat mengakses berbagai informasi tanpa batas sehingga pendampingan keluarga menjadi semakin penting.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak. UPTD PPA Provinsi Jambi, kata dia, siap memberikan pendampingan hukum, psikologis, dan sosial sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi hak-hak anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....