Satgas Karhutla Provinsi Jambi Komitmen Menghadapi Puncak Kemarau

  • 22 Jul 2026 16:41 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Pelaksana Harian Komandan Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi sekaligus Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., menegaskan komitmen penuh Satgas dalam memitigasi potensi bencana Karhutla menghadapi puncak musim kemarau 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara program Jambi Bicara bertajuk

"Lawan Karhutla dengan Aksi Nyata" yang disiarkan langsung dari Studio TVRI Jambi, Selasa 21 Juli 2026.

Dalam keterangannya, Brigjen TNI Nyamin didampingi Taufik Kurrahman Ketua Komda Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Provinsi Jambi, menyampaikan bahwa Satgas Karhutla Provinsi Jambi telah bergerak aktif melakukan langkah antisipasi sejak April 2026 melalui Rapat Koordinasi lintas instansi, dilanjutkan dengan Operasi Modifikasi Cuaca yang diinisiasi bersama sektor swasta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Langkah ini krusial mengingat data per pertengahan Juli 2026 mencatat luas lahan terbakar di Jambi telah mencapai 157,54 hektar. Guna mencegah meluasnya dampak Karhutla terhadap ekosistem, kesehatan, dan perekonomian warga, Satgas mengedepankan tindakan preventif dan pemadaman cepat.

"Kami tidak menunggu api membesar. Sejak bulan Mei lalu, aksi nyata pembasahan lahan gambut melalui modifikasi cuaca sudah berjalan. Saat ini, 81 posko kerawanan telah tergelar di titik-titik rawan untuk memastikan deteksi dini dan sosialisasi langsung ke masyarakat," ungkapnya.

Untuk memperkuat pergerakan di lapangan, Satgas Karhutla Jambi menyiagakan perlengkapan pemadaman darat dari unsur TNI-Polri, Manggala Agni, hingga tim tanggap darurat perusahaan. Operasi tersebut didukung oleh alokasi armada udara bantuan pemerintah pusat yang terdiri dari dua unit helikopter water bombing, dua unit pesawat patroli udara, serta satu unit pesawat modifikasi cuaca.

Guna memastikan wilayah bebas dari potensi api berulang, Brigjen TNI Nyamin meninjau langsung kondisi lapangan melalui patroli udara di sejumlah kawasan rawan, termasuk area gambut di Sungai Gelam dan Kumpeh. Patroli udara dan darat dilakukan secara intensif pada pagi hari untuk memverifikasi area bekas pemadaman, serta sore hari untuk memantau potensi aktivitas pembakaran ilegal.

Sebagai solusi jangka panjang, Plh. Dansatgas mengimbau masyarakat untuk meninggalkan metode pembakaran dalam pembersihan lahan, terlebih pemerintah daerah telah memfasilitasi pinjaman alat berat bagi warga yang ingin membuka lahan pertanian secara aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....