MPLS, Siswa Baru di SLB Sri Soedewi Akan Dibekali Pencegahan Kekerasan Seksual
- 09 Jul 2026 14:33 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Peserta didik baru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sri Soedewi Masjchun Sofwan , Jambi, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA akan dibekali dengan materi pencegahan kekerasan seksual selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung di sekolah ini pada 13-15 Juli 2026. Materi tersebut diberikan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan anak berkebutuhan khusus dalam melindungi diri dari potensi tindak kekerasan maupun pelecehan seksual.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SLB Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sri Soedewi Masjchun Sofwan, Supriyanto mengatakan materi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam MPLS karena anak berkebutuhan khusus termasuk kelompok yang rentan menjadi korban kekerasan seksual.

"Kami memberikan pemahaman kepada anak-anak agar bisa menjaga diri. Ketika ada orang yang tidak dikenal atau ada yang berusaha menyentuh bagian tubuh yang tidak boleh disentuh, mereka harus berani menghindar, berteriak, atau meminta pertolongan kepada orang di sekitarnya," ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurutnya, materi tersebut juga disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, terutama anak tunagrahita dan autisme yang terkadang belum mampu membedakan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pergaulan.
"Ada anak-anak yang karena keterbatasan kemampuan belum memahami mana perilaku yang pantas dan tidak pantas. Karena itu mereka perlu diberikan pemahaman sejak awal agar memiliki batasan dalam berinteraksi dengan orang lain," katanya.
| Baca juga: SPMB Kota Jambi Libatkan Lintas Sektor |
Selain membekali peserta didik, sekolah juga mengingatkan seluruh warga sekolah, termasuk guru dan orang tua, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman. Guru diharapkan lebih waspada terhadap orang asing yang berada di lingkungan sekolah dan terus mengingatkan peserta didik agar tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal.
"Mereka adalah anak-anak yang rentan. Karena itu seluruh warga sekolah harus ikut menjaga dan memberikan rasa aman selama mereka berada di lingkungan sekolah," ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan MPLS, peserta didik baru juga akan mengikuti pengenalan visi dan misi sekolah, tata tertib, program pembelajaran, kegiatan kepramukaan, edukasi bahaya narkoba dan rokok, serta berbagai permainan edukatif. Sementara siswa-siswi lama akan menampilkan beragam pertunjukan seni seperti angklung, pantomim, tari, puisi, dan menyanyi untuk menyambut peserta didik baru.
Pihak sekolah memastikan seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan dengan konsep ramah anak, edukatif, dan menyenangkan, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman dan aman sebelum kegiatan belajar efektif dimulai pada 16 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....