Pemkab Batang Hari Gandeng Lintas Sektor Kejar Target Turun Stunting

  • 02 Jun 2026 22:52 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi : Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus bergerak cepat memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama mempercepat penurunan angka stunting di Bumi Serentak Bak Regam, Selasa 2 Juni 2026.

Langkah konkret ini diwujudkan lewat optimalisasi layanan kesehatan dasar, penguatan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) hingga ke pelosok desa, serta menyatukan langkah dengan program strategis nasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang Hari, A Kurniadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan kendor dalam melakukan intervensi penanganan stunting, walaupun saat ini dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran daerah.

"Di tengah keterbatasan dan isu efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya menjalankan intervensi penanganan stunting secara optimal melalui kolaborasi lintas sektor," ujar Kurniadi.

Kurniadi menjelaskan, salah satu jurus jitu yang disiapkan Pemkab Batang Hari adalah mengawinkan program penanganan stunting lokal dengan program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sinergi ini dipercaya mampu memperkuat pasokan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang menjadi sasaran utama.

Bukan itu saja, garda terdepan seperti TP3S di tingkat kecamatan dan desa kini lebih diaktifkan dengan merangkul berbagai tokoh masyarakat agar program berjalan tepat sasaran.

"TP3S kita dorong sampai tingkat desa agar intervensi lebih dekat dengan masyarakat dan pengawasan lebih efektif," jelasnya.

Menilik ke fasilitas kesehatan terkecil, posyandu juga ikut digenjot. Pemkab Batang Hari memasang target tinggi agar layanan posyandu mampu menjangkau lebih dari 99 persen balita. Kurniadi menambahkan, penanganan stunting ini tidak boleh terlambat dan harus dipotong jalurnya sejak awal dari masa kehamilan.

"Intervensi tidak hanya pada balita, tetapi juga dimulai dari ibu hamil sebagai upaya pencegahan sejak awal," imbuhnya.

Jika melihat ke belakang, grafik prevalensi stunting di Batang Hari dalam lima tahun terakhir memang bergerak fluktuatif. Pada 2021, angka stunting berada di 24,5 persen, lalu sempat naik ke 26,6 persen pada 2022.

Kabar baik sempat berembus saat angka ini turun drastis ke 10,1 persen pada 2023, meski harus kembali merangkak naik ke 18,4 persen di tahun 2024. Sementara pada 2025 lalu, lewat gerakan Gebyar Orang Tua dan Anak, daerah mencatat angka stunting turun ke level 6,54 persen.

Angka 6,54 persen ini, menurut Kurniadi, didapat dari hasil pengukuran langsung di lapangan yang mencakup lebih dari 90 persen balita di Batang Hari. Meski datanya menggembirakan, pihak daerah memilih tetap rendah hati dan menunggu konfirmasi dari pusat.

"Data ini merupakan hasil pengukuran daerah, sementara kami tetap menunggu data resmi pemerintah pusat sebagai pembanding," pungkas Kurniadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....