Tampung 400 Ton Sampah Sehari, Pemkot Jambi Bertekad Selamatkan TPA Talang Gulo

  • 23 Mei 2026 08:15 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo kini kian kritis setelah dilaporkan harus menampung pasokan sampah hingga hampir 400 ton setiap harinya. Menanggapi situasi yang mengancam daya tampung tersebut, Pemerintah Kota Jambi langsung mengambil langkah ekstrem dengan merombak total tata kelola persampahan dari hulu.

Strategi penyelamatan ini dilakukan melalui penguatan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Pemerintah menargetkan pemotongan rantai pembuangan sampah agar volume yang masuk ke TPA Talang Gulo dapat ditekan secara signifikan sejak dari lingkungan rumah tangga.

Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa kunci dari pengurangan beban sampah ini adalah dengan menghapus Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di pinggir jalan dan menggantinya dengan sistem jemput bola menggunakan becak motor (bentor) ke rumah-rumah warga.

“Penutupan TPS pinggir jalan dilakukan jika pelaksanaan OPBM sudah 80 persen terlaksana. Masyarakat bisa berkoordinasi dengan RT setempat untuk bergabung dalam program ini. Ini bentuk komitmen kita menjaga Kota Jambi tetap bersih,” tegas Maulana saat meninjau depo transfer sampah di Pasar Talang Banjar bersama Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha, Kamis, 21 Mei 2026.

Kawasan Pasar Talang Banjar sendiri menjadi salah satu sorotan tajam karena menyumbang produksi sampah yang sangat masif, yakni mencapai sekitar 14 truk dalam sehari.

Untuk mengurai kepadatan tersebut, Pemkot Jambi kini tengah mempercepat pembangunan fasilitas depo transfer yang lebih aman dan permanen. Fasilitas tersebut nantinya akan dipusatkan di kawasan Kasang demi mendukung operasional OPBM di wilayah Jambi Timur.

“Depo Talang Banjar ini bersifat sementara. Ke depan akan dibangun fasilitas yang lebih permanen di kawasan Kasang. Saat ini proses masih berjalan, dan beberapa TPS di sekitar akan segera ditutup sehingga sampah terpusat di depo sementara ini,” tutur Maulana.

Program OPBM ini nantinya diintegrasikan dengan gerakan Kampung Bahagia. Melalui skema ini, masyarakat dipaksa untuk lebih mandiri dan sadar dalam memilah serta mengelola sampah mereka sendiri sebelum diangkut petugas. Pemkot Jambi menegaskan, tanpa adanya sinergi dan perubahan perilaku dari masyarakat, krisis lingkungan akibat penumpukan ratusan ton sampah di TPA Talang Gulo akan sulit dihindari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....