Tak Ada Lagi TPS Pinggir Jalan, Warga Kota Jambi Wajib Beralih ke Sistem Jemput Bola

  • 23 Mei 2026 08:16 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Warga Kota Jambi tampaknya harus mulai mengubah kebiasaan lama dalam membuang sampah. Pemerintah Kota Jambi secara bertahap bakal melenyapkan keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang selama ini menjamur di pinggir-pinggir jalan protokol dan menggantinya dengan sistem angkut langsung dari rumah ke rumah.

Langkah berani ini diambil seiring dengan matangnya persiapan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) di tingkat Rukun Tetangga (RT) yang kini telah mencapai kesiapan 80 persen. Melalui program ini, warga tidak perlu lagi keluar rumah membawa kantong sampah, melainkan petugas dengan becak motor (bentor) yang akan datang menjemputnya.

Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa perubahan sistem ini mutlak dilakukan demi menjaga estetika kota agar terbebas dari aroma tak sedap dan pemandangan kumuh di tepi jalan.

“Penutupan TPS pinggir jalan dilakukan jika pelaksanaan OPBM sudah 80 persen terlaksana. Masyarakat bisa berkoordinasi dengan RT setempat untuk bergabung dalam program ini. Ini bentuk komitmen kita menjaga Kota Jambi tetap bersih,” kata Maulana saat meninjau lokasi depo penampungan di kawasan Pasar Talang Banjar bersama Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha, Kamis, 21 Mei 2026.

Perubahan pola pembuangan ini diakui membutuhkan penyesuaian besar, terutama di titik padat seperti pasar Talang Banjar yang memproduksi sampah hingga 14 truk setiap harinya.

Guna menampung peralihan tersebut, pemerintah daerah tengah menyiapkan infrastruktur baru berupa depo transfer sampah yang lebih tertutup dan higienis. Untuk jangka panjang, fasilitas pembuangan yang berserakan di pinggir jalan Jambi Timur akan ditutup dan dipusatkan ke depo permanen di kawasan Kasang.

“Depo Talang Banjar ini bersifat sementara. Ke depan akan dibangun fasilitas yang lebih permanen di kawasan Kasang. Saat ini proses masih berjalan, dan beberapa TPS di sekitar akan segera ditutup sehingga sampah terpusat di depo sementara ini,” tutur Maulana menjelaskan alur baru tersebut.

Sistem jemput bola melalui OPBM ini merupakan bagian dari gerakan Kampung Bahagia. Pemkot Jambi berharap, dengan dipaksa beralihnya warga dari kebiasaan melempar sampah ke pinggir jalan menuju sistem langganan RT, volume sampah harian yang menyontek angka hampir 400 ton di TPA Talang Gulo bisa ditekan secara mandiri sejak dari lingkungan terkecil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....