BMKG Jambi Deteksi 13 Titik Panas Tersebar di 5 Daerah
- 27 Apr 2026 00:48 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi kembali mendeteksi kemunculan belasan hotspot atau titik panas di wilayah Provinsi Jambi pada hari ini, di minggu terakhir bulan April. Peningkatan suhu permukaan ini menjadi alarm peringatan dini bagi masyarakat agar mulai mewaspadai potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Berdasarkan pembaruan data dari hasil pemantauan satelit terbaru, setidaknya terdapat 13 titik panas yang terdeteksi menyebar di lima kawasan kabupaten berbeda. Sebaran titik panas tersebut meliputi wilayah Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, hingga Tanjung Jabung Timur.
Secara lebih terperinci, titik panas di Kabupaten Batang Hari terpantau berada di Kecamatan Bajubang. Sementara untuk wilayah Muaro Jambi, titik api terlacak di kawasan Kumpeh Ulu. Bergeser ke Kabupaten Sarolangun, sebaran panas terpusat di wilayah Kecamatan Air Hitam dan Pauh.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan pesisir timur. Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatatkan deteksi titik panas di Kecamatan Betara, Bram Itam, dan Tungkal Ilir. Sedangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, titik panas terpantau muncul di kawasan Mendahara Ulu.
Deteksi dini ini berhasil dipantau melalui pemanfaatan teknologi satelit penginderaan jauh, seperti SNPP dan NOAA20, yang difungsikan untuk memetakan potensi titik panas di permukaan bumi secara berkala.
"Seluruh titik panas yang terdeteksi pada pemantauan hari ini memiliki tingkat kepercayaan sedang, yaitu berada pada kisaran tiga puluh hingga tujuh puluh sembilan persen. Data ini menjadi salah satu indikator awal yang sangat krusial dalam memantau potensi karhutla di Provinsi Jambi," jelas perwakilan BMKG Jambi dalam keterangannya.
Menyikapi kemunculan indikator awal tersebut, BMKG tidak bosan-bosannya mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat. Warga diminta untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, demi mencegah bencana karhutla yang dapat merugikan banyak pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....