ISPA Melonjak Lima Puskesmas di Muaro Jambi Diserbu Pasien
- 22 Sep 2026 10:50 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Ancaman cuaca ekstrem dan kabut asap di Kabupaten Muaro Jambi mulai berdampak serius terhadap kesehatan warga. Dinas Kesehatan setempat mencatat lonjakan tajam gangguan kesehatan dengan total 3.223 kasus penyakit yang mendera masyarakat hanya dalam kurun waktu sebulan terakhir, yakni dari 10 Agustus hingga 18 September 2026.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi momok paling dominan di tengah masyarakat, menyumbang hingga 89,4 persen dari keseluruhan temuan kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, merinci bahwa ribuan kasus tersebut tersebar di 23 puskesmas, dengan beban terberat terkonsentrasi di lima titik wilayah kerja.
"Total kasus yang terpantau ada 3.223 kasus. Rinciannya, 2.882 kasus ISPA, 277 kasus diare (8,6 persen), dan 64 kasus conjunctivitis atau iritasi mata (2 persen)," kata Aang, Senin, 21 September 2026.
Kelima puskesmas yang mencatatkan lonjakan kasus tertinggi meliputi Puskesmas Simpang Sungai Duren, Puskesmas Tanjung, Puskesmas Penyengat Olak, Puskesmas Sengeti, serta Puskesmas Kebon IX. Mirisnya, kelima wilayah ini menyumbang hampir separuh atau sekitar 44,5 persen dari total kasus secara keseluruhan, yang sebagian besar menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Melihat tren kasus yang kian mengkhawatirkan akibat musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihak Dinkes tak tinggal diam. Mantan Direktur RSUD Sungai Bahar ini mengimbau warga agar membatasi aktivitas luar ruangan dan wajib mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Jika ada keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau iritasi mata, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu sampai parah. Pelayanan di seluruh Puskesmas tetap standby," tutur Aang.
Saat ini, Dinkes Muaro Jambi terus memperketat pemantauan data harian dari seluruh puskesmas guna memastikan langkah mitigasi dan penanganan medis berjalan cepat sebelum lonjakan kasus semakin tak terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....