Kasus Penolakan Layanan Picu Audiensi Disabilitas di RSJD Jambi

  • 24 Apr 2026 14:07 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kelompok disabilitas Jambi, hari ini , Jum’at 24 April 2026 melakukan audiensi bersama pihak Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) H. M Syukur Jambi. Audiensi ini menyusul dugaan penolakan layanan terhadap penyandang disabilitas. Kasus ini bermula dari seorang penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan pelayanan saat mengurus surat keterangan kesehatan jiwa.

Dewan Pertimbangan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jambi, Ratumas Dewi, menjelaskan bahwa audiensi dilakukan sebagai bentuk penyadaran sekaligus memberikan masukan kepada pihak rumah sakit terkait kebutuhan aksesibilitas bagi berbagai ragam disabilitas.

“Audiensi ini berawal dari adanya teman-teman disabilitas yang mengalami diskriminasi, ditolak saat mengurus layanan pembuatan surat keterangan kesehatan jiwa,” ujarnya.

Ia menambahkan, penolakan terjadi saat penyandang disabilitas datang ke ruang pelayanan, namun tidak dilayani dengan alasan fasilitas yang belum mendukung aksesibilitas.

“Ketika masuk ke media pelayanan, mereka ditolak karena rumah sakit belum memiliki aksesibilitas yang memadai, bahkan diminta pulang tanpa mendapatkan layanan,” jelas Dewi.

Kakanwil HAM saat mendampingi kelompok disabilitas Audiensi bersama pihak RSJD Jambi

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bentuk penghambatan terhadap hak penyandang disabilitas untuk memperoleh layanan kesehatan yang setara. Meski secara individu permasalahan telah diselesaikan, audiensi tetap dilakukan untuk kepentingan yang lebih luas.

“Secara individu kasusnya sudah selesai, tapi kami berbicara sebagai kelompok disabilitas agar kejadian serupa tidak terulang bagi yang lain,” tegasnya.

Dewi berharap, audiensi ini menjadi momentum perbaikan tidak hanya bagi RSJD Jambi, tetapi juga seluruh fasilitas kesehatan agar lebih inklusif dan memahami kebutuhan penyandang disabilitas yang beragam.

“Harapannya bukan hanya rumah sakit ini, tapi semua rumah sakit mampu memberikan layanan maksimal, karena setiap jenis disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda-beda,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....