Hadapi Karhutla, BPBD Akan bentuk Posko Siaga Karhutla
- 23 Apr 2026 09:21 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi menyiapkan sebanyak 62 posko siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah menghadapi potensi kemarau panjang 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan posko-posko tersebut akan diaktifkan di wilayah rawan karhutla untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dini.
“Ke depan kami akan mengaktifkan posko-posko karhutla yang ada di daerah rawan. Saat ini jumlahnya sebanyak 62 titik,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.
| Baca juga: Posko Siaga Karhutla Standby 24 Jam |
Ia menjelaskan, jumlah posko tersebut merupakan hasil penguatan koordinasi lintas sektor dalam beberapa tahun terakhir, yang terus ditingkatkan dari sebelumnya hanya beberapa titik.
“Awalnya hanya enam posko, kemudian meningkat menjadi 11, hingga saat ini menjadi 62 posko di wilayah rawan,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD masih membuka kemungkinan penambahan posko maupun personel, menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan setelah penetapan status siaga dilakukan.
Andre menegaskan, strategi utama yang dilakukan saat ini adalah pencegahan agar kebakaran tidak terjadi, mengingat penanganan karhutla membutuhkan sumber daya besar, terutama jika terjadi di lahan gambut.
“Kalau sudah terjadi kebakaran, apalagi di lahan gambut, proses pemadaman bisa berlangsung berminggu-minggu dan membutuhkan biaya besar,” katanya.
Untuk itu, BPBD juga terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, dan pihak swasta dalam upaya pencegahan, termasuk melalui peningkatan kesiapsiagaan dan deteksi dini.
Ia menambahkan, meskipun saat ini masih terjadi hujan di sejumlah wilayah, masyarakat tetap diminta waspada karena musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada awal hingga pertengahan Mei, dengan puncaknya pada Agustus 2026.
BPBD berharap, dengan langkah pencegahan yang optimal, potensi kebakaran hutan dan lahan di Jambi dapat ditekan seminimal mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....