Cuaca Ekstrem Hambat Program Cetak Sawah Batang Hari
- 30 Jan 2026 09:43 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025 di Kabupaten Batang Hari terhambat akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Curah hujan tinggi menyebabkan banjir dan genangan air di sejumlah lokasi cetak sawah, sehingga pekerjaan tidak dapat berjalan sesuai jadwal awal.
Program cetak sawah merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperluas lahan pertanian produktif dengan mengalihfungsikan lahan non-produktif, seperti lahan tidur, rawa, atau hutan produksi, menjadi lahan sawah siap tanam. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi beras nasional guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan, sekaligus mengimbangi alih fungsi lahan pertanian.
Memasuki awal tahun 2026, pemerintah daerah mendapatkan perpanjangan waktu penyelesaian program hingga 31 Maret 2026, menyusul kondisi lahan yang terendam akibat banjir. Tingginya intensitas hujan membuat alat berat dan tenaga kerja sulit menjangkau area pengerjaan, sehingga pekerjaan fisik terpaksa dihentikan sementara.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Bambang Satyono, mengatakan faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan CSR tahun ini. Banjir yang terjadi di beberapa wilayah menyebabkan lahan terendam cukup lama dan berdampak langsung pada efektivitas pekerjaan.
“Pemerintah daerah masih diberikan toleransi waktu hingga akhir Maret 2026. Namun jika melewati 31 Maret 2026, akan dikenakan sanksi denda sebesar satu persen dari nilai kontrak, terhitung dari Januari hingga Maret. Semakin lama pekerjaan selesai, denda akan semakin besar,” tegas Bambang, Senin 26 Januari 2026.
Meski demikian, ia menyampaikan optimisme seiring mulai menurunnya debit air di sejumlah wilayah. Genangan yang sebelumnya menghambat aktivitas pengerjaan kini berangsur surut, sehingga membuka peluang dimulainya kembali pekerjaan dalam waktu dekat.
Berdasarkan pemantauan terakhir, pengerjaan program CSR di Kecamatan Muara Tembesi telah rampung dengan luasan sekitar 13 hektare. Sementara itu, kecamatan lainnya masih dalam tahap proses penyelesaian.
Program cetak sawah rakyat ini menyasar hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari, kecuali Kecamatan Bajubang, dengan total target luasan mencapai lebih dari 500 hektare.
Setelah seluruh pekerjaan cetak sawah selesai, pemerintah daerah berencana melanjutkan program pendukung berupa rehabilitasi jaringan irigasi, irigasi perpompaan, serta penyaluran bantuan sarana produksi pertanian. Selain itu, bantuan bibit dan pupuk juga akan diberikan agar lahan yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari menargetkan seluruh rangkaian program pertanian tersebut dapat berjalan pada pertengahan tahun 2026, dengan sasaran utama mendorong pencapaian Indeks Pertanaman (IP) 200 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapannya, pertengahan tahun ini semua program bisa berjalan sesuai rencana dan IP 200 di Batang Hari dapat tercapai,” pungkas Bambang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....