Makan Santai dan Asyik di Jajan Ayam
- 01 Sep 2026 01:07 WIB
- Jambi
Jajan Ayam didirikan sekitar tujuh tahun lalu oleh pasangan muda,
Devi Oktia Anggraini dan Muhammad Ivan Pratama. Ide membuka usaha kuliner tersebut berawal ketika keduanya masih duduk di bangku kuliah. Saat itu, mereka terinspirasi dari komunitas pengusaha di Yogyakarta ketika mengikuti Expo Kewirausahaan di kampus tempat mereka menimba ilmu. Pengalaman berjualan pada kegiatan tersebut kemudian menjadi bekal dan inspirasi bagi keduanya untuk mencoba membangun usaha sendiri setelah menyelesaikan pendidikan.
"Waktu itu kami ikut Expo, berjualan katsu bola, sejenis makanan seperti rice bowl ayam dengan saus. Setelah lulus kuliah tahun 2019, kami kembali ke Jambi dan masing-masing sibuk mencari pekerjaan. Namun, rupanya cukup sulit juga mendapatkan pekerjaan. Sudah melamar ke sana kemari, tetapi belum juga mendapatkan pekerjaan. Sampai akhirnya kami berpikir untuk membuka usaha sendiri, seperti ketika masih kuliah dulu," kata Devi.
| Baca juga: Ayam Goreng Anti Lengket dan Renyah Dimakan |
Dengan modal seadanya, keduanya kemudian memulai usaha ayam bowl, yakni ayam yang disajikan bersama nasi dan dilengkapi berbagai pilihan saus. Pada tahap awal, penjualan dilakukan secara daring karena keterbatasan modal. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang hingga mereka mampu membuka kedai kecil menggunakan kontainer berukuran sekitar 2,5 x 1 meter yang kemudian diberi nama Jajan Ayam.
Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Devi dan Ivan pernah menghadapi berbagai kendala, termasuk kondisi cuaca yang cukup memengaruhi jumlah pembeli. "Kalau hujan, terpaksa kami harus menutup sebagian jendela kontainer supaya air hujan tidak masuk ke dalam, apalagi kalau disertai angin kencang. Kalau sudah begitu, pembeli sepi. Jadi sedih juga, apalagi kalau porsi yang sudah disiapkan banyak tetapi tidak laku," tutur Ivan.
Meski demikian, kegigihan dan kesabaran keduanya perlahan membuahkan hasil. Setelah melewati berbagai tantangan, Jajan Ayam akhirnya dapat berpindah dari kontainer sederhana ke salah satu ruko di kawasan Mayang Mangurai.
| Baca juga: Telur Rebus Asam Manis yang Menggoda |
Seiring berkembangnya usaha, Devi dan Ivan juga terus melakukan inovasi dengan menambah pilihan menu. Beberapa di antaranya adalah ayam geprek sambal klenger, ayam panggang sambal mantul, ayam teriyaki, serta berbagai olahan ayam lainnya. Menariknya, harga yang ditawarkan tetap terjangkau, berkisar Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per porsi.
Dengan harga tersebut, pelanggan sudah mendapatkan ayam, nasi, tahu, tempe, lalapan, dan sambal. Jajan Ayam buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Kini, usaha yang berawal dari modal seadanya dan penjualan secara online tersebut terus berkembang, seiring semakin banyaknya pelanggan yang datang menikmati menu yang ditawarkan.
"Alhamdulillah, respons masyarakat positif dengan keberadaan kuliner Jajan Ayam ini. Semoga saja usaha ini semakin tumbuh dan berkembang serta bisa diterima oleh masyarakat luas," tuturnya.
Kisah Jajan Ayam menjadi gambaran bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk memulai usaha. Dengan keberanian, ketekunan, dan kemauan untuk terus berinovasi, sebuah usaha sederhana pun dapat tumbuh dan memiliki pelanggan yang semakin luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....