Kabut Asap Mulai Selimuti Jambi, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

  • 24 Agt 2026 22:06 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, JAMBI – Warga Kota Jambi perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara di Kota Jambi terpantau masuk kategori tidak sehat, seiring meningkatnya nilai Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi mencatat, nilai ISPU mencapai 101 pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB. Angka tersebut meningkat dibandingkan pemantauan satu jam sebelumnya yang berada di angka 89.

Kondisi tersebut juga dirasakan masyarakat. Kabut asap mulai terlihat di sejumlah kawasan Kota Jambi, sementara beberapa warga mengeluhkan udara yang terasa lebih pekat serta munculnya rasa perih pada mata dan ketidaknyamanan saat bernapas.

Kepala DLH Kota Jambi Mahruzar mengatakan, kategori ISPU di atas 100 menunjukkan kualitas udara sudah berada pada kondisi tidak sehat. Karena itu, masyarakat, khususnya kelompok rentan yang memiliki gangguan pernapasan, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kelompok rentan juga diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi pernapasan selama kualitas udara masih berada pada kategori tersebut. Sementara itu, penggunaan masker bagi masyarakat secara umum direkomendasikan ketika nilai ISPU telah mencapai lebih dari 150.

Peningkatan polusi udara ini diduga berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar Kota Jambi yang terbawa angin. DLH Kota Jambi sendiri terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh perubahan kualitas udara. Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk, memperhatikan kondisi tubuh, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan ISPU menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Udara bersih adalah kebutuhan bersama. Karena itu, kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi semakin penting, terutama di tengah musim kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....