Durasi Tidur Mempengaruhi Laju Penuaan Biologis

  • 29 Jun 2026 15:06 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID Jambi - Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa durasi tidur sekitar 6 hingga 8 jam per malam berkaitan dengan tingkat penuaan biologis yang lebih rendah dibandingkan dengan tidur terlalu singkat maupun terlalu lama. Temuan ini semakin memperkuat pentingnya menjaga pola tidur yang cukup dan konsisten sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Melansir laman EatingWell, para peneliti menemukan bahwa durasi tidur yang paling optimal berada pada kisaran 6,4 hingga 7,8 jam per malam. Sebaliknya, tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam dikaitkan dengan tanda-tanda penuaan biologis yang lebih cepat.

Penelitian tersebut menggunakan data dari sejumlah basis data populasi berskala besar, termasuk UK Biobank, yang memuat informasi biologis, kesehatan, serta gaya hidup ratusan ribu peserta. Para peneliti menganalisis kebiasaan tidur yang dilaporkan oleh responden, kemudian membandingkannya dengan indikator penuaan biologis.

Berbeda dengan penelitian yang hanya mengacu pada usia kronologis, studi ini menggunakan pendekatan "jam biologis" (biological clock), yakni metode yang memperkirakan usia organ dan sistem tubuh berdasarkan berbagai biomarker, seperti hasil pemindaian medis dan pemeriksaan darah. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi kesehatan seseorang dibandingkan usia berdasarkan tanggal lahir semata.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara durasi tidur dan penuaan biologis terjadi pada berbagai sistem tubuh, termasuk otak, jantung, serta jalur yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa durasi tidur yang terlalu pendek maupun terlalu panjang berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga meningkatnya risiko kematian.

Menurut para peneliti, kurang tidur tampaknya memiliki hubungan yang lebih langsung terhadap penurunan kesehatan melalui peningkatan stres, peradangan, serta gangguan fungsi sistem imun. Sementara itu, tidur terlalu lama lebih mungkin menjadi indikator adanya proses penuaan biologis yang sedang berlangsung atau kondisi kesehatan lain yang mendasarinya, bukan sebagai penyebab utama.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara durasi tidur dan penuaan biologis, bukan membuktikan bahwa durasi tidur secara langsung menyebabkan percepatan proses penuaan.

Kendati demikian, temuan tersebut semakin memperkuat pentingnya menjaga durasi tidur yang cukup, berkualitas, dan konsisten setiap malam. Pola tidur yang sehat diyakini dapat menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam mendukung kesehatan organ, memperlambat proses penuaan biologis, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....