Penyebab Iritasi Mata selain Paparan Layar

  • 23 Mei 2026 13:01 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Mata yang terus terasa iritasi, gatal, atau tidak nyaman tidak selalu disebabkan oleh terlalu lama menatap layar. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan lain yang sering kali tidak disadari. Keluhan seperti mata merah, berair, terasa panas, hingga sensasi berpasir sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika terjadi berulang dalam waktu lama.

Dilansir dari Hindustan Times, Konsultan Senior Rumah Sakit Mata Sharp Sight, Chandra Gupta, mengatakan bahwa alergi yang tidak terdiagnosis menjadi salah satu penyebab umum iritasi mata kronis. Kondisi ini dapat memicu mata kemerahan, berair, gatal, dan terasa seperti ada pasir di dalam mata. Sayangnya, banyak orang menganggap gejala tersebut sebagai hal biasa sehingga penanganannya sering terlambat.

Selain alergi, penggunaan lensa kontak yang melebihi durasi pemakaian yang dianjurkan juga dapat menyebabkan gangguan mata berkepanjangan. Bahkan lensa kontak yang dipasang dengan benar tetap berisiko menimbulkan iritasi jika digunakan terlalu lama di ruangan ber-AC atau lingkungan yang kering. Kondisi tersebut dapat mengurangi kelembapan alami mata dan memicu mata kering.

Chandra Gupta juga menyoroti disfungsi kelenjar meibomian sebagai salah satu penyebab iritasi mata kronis yang jarang terdiagnosis. Gangguan ini terjadi ketika kelenjar penghasil lapisan minyak pada air mata tersumbat akibat pola makan yang buruk, kurang berkedip, atau sisa make up yang tidak dibersihkan dengan sempurna. Akibatnya, lapisan pelindung air mata menjadi tidak stabil sehingga mata mudah kering dan terasa perih meski tidak terlalu sering terpapar layar.

Kebersihan area mata juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan penglihatan. Sisa maskara, minyak pada kulit wajah, hingga sarung bantal yang berdebu dapat menjadi sumber iritasi yang terus-menerus mengenai mata. Jika keluhan iritasi lebih sering muncul saat bangun tidur di pagi hari, pemeriksaan ke dokter mata perlu segera dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Selain faktor kebersihan, kualitas udara dalam ruangan juga dapat memengaruhi kesehatan mata. Penggunaan pendingin ruangan, pemanas sentral, serta ventilasi yang buruk dapat mengurangi kelembapan lapisan air mata secara perlahan. Dalam beberapa kasus, iritasi mata juga berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu seperti rosacea, gangguan tiroid, hingga penyakit autoimun seperti Sjogren syndrome. Karena itu, jika gejala terus menetap meski sudah mencoba berbagai cara sederhana, pemeriksaan mata secara menyeluruh dan evaluasi kesehatan umum perlu diprioritaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....