Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Kolesterol Tinggi Bagi Jantung
- 28 Mei 2026 23:44 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kadar kolesterol yang melonjak tinggi usai mengonsumsi daging secara berlebihan tidak boleh dianggap sepele. Di balik gejalanya yang kerap tidak disadari, kolesterol tinggi merupakan ancaman serius yang dapat memicu berbagai penyakit tidak menular (PTM) mematikan.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, menegaskan bahwa hiperkolesterolemia atau tingginya kadar kolesterol dalam darah sering dijuluki sebagai silent killer. Hal ini dikarenakan kondisinya yang jarang menimbulkan gejala fisik yang khas hingga akhirnya terjadi komplikasi fatal pada organ vital.
Menurut dr. Jovita, bahaya utama dari kolesterol jahat (LDL) yang menumpuk adalah kemampuannya membentuk plak di dinding pembuluh darah. Proses yang disebut aterosklerosis ini lambat laun akan menyumbat aliran darah bersih ke seluruh tubuh.
"Bahaya terbesar kolesterol tinggi adalah ketika dia mengendap dan mengeraskan pembuluh darah. Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah menuju jantung, dampaknya adalah serangan jantung. Sementara jika sumbatan itu terjadi di otak, pasien bisa langsung terkena stroke," jelas dr. Jovita Amelia, Kamis, 28 Mei 2026.
Rantai Komplikasi Akibat Penumpukan Lemak Darah
Tidak hanya menyasar jantung dan otak, dr. Jovita memaparkan bahwa efek domino dari tingginya kadar kolesterol dalam jangka panjang juga bisa merusak organ tubuh lainnya, antara lain:
- Penyakit Arteri Perifer (PAP): Penyumbatan plak pada pembuluh darah di tungkai kaki yang menyebabkan nyeri hebat saat berjalan.
- Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Akibat pembuluh darah yang menyempit dan kaku, jantung harus memompa darah jauh lebih keras, yang memicu lonjakan tekanan darah.
- Batu Empedu: Kadar kolesterol yang terlalu tinggi di dalam cairan empedu dapat mengkristal dan mengeras menjadi batu empedu yang menyakitkan.
Oleh karena itu, dr. Jovita mengimbau masyarakat untuk melakukan deteksi dini dengan rutin memeriksa profil lipid darah ke laboratorium minimal 6 bulan sekali, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
"Jangan menunggu badan terasa pegal di tengkuk atau pusing baru cek darah, karena sering kali kolesterol tinggi tidak bergejala sama sekali. Mengatur pola makan rendah lemak jenuh dan konsisten berolahraga adalah investasi terbaik untuk menghindari bahaya mematikan ini," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....