Merokok sesekali namun tetap memicu penyakit serius
- 22 Jun 2026 12:46 WIB
- Jambi
RRI. CO. ID. Jambi - Dokter sekaligus Direktur Teknis BDR Pharmaceuticals, Dr. Aravind Badiger, mengingatkan bahwa kebiasaan merokok, meskipun hanya sesekali, tetap dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Anggapan bahwa merokok dalam frekuensi yang jarang relatif aman dinilai keliru karena setiap batang rokok tetap mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat merusak tubuh.
Melansir dari Hindustan Times, Badiger menjelaskan bahwa setiap batang rokok mengandung zat-zat beracun seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang langsung masuk ke dalam tubuh saat dihirup. Meski dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung, proses kerusakan pada organ tubuh dapat berlangsung secara perlahan dan tanpa disadari.
Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perokok sesekali tetap memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Risiko tersebut mencakup gangguan pada jantung dan pembuluh darah yang dapat berkembang seiring waktu.
Badiger menuturkan bahwa sistem kardiovaskular dan saluran pernapasan merupakan bagian tubuh yang paling cepat merasakan dampak paparan asap rokok. Selain dapat meningkatkan tekanan darah, kebiasaan merokok sesekali juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke dan serangan jantung. Dalam jangka panjang, paparan berbagai zat kimia beracun dalam asap rokok turut meningkatkan risiko munculnya beragam jenis kanker.
Ia juga menyoroti bahaya lain yang sering kali diabaikan, yakni potensi berkembangnya kebiasaan merokok sesekali menjadi kecanduan. Nikotin, kata Badiger, merupakan zat yang sangat adiktif sehingga tubuh dapat dengan cepat membentuk ketergantungan dan memicu keinginan untuk terus merokok dalam frekuensi yang lebih tinggi.
Dampak negatif rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga oleh orang-orang di sekitarnya. Paparan asap rokok atau perokok pasif diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Untuk mengurangi dampak kesehatan akibat penggunaan tembakau, Badiger menyarankan masyarakat mencari alternatif yang lebih sehat dalam mengelola stres dan tekanan emosional, tanpa bergantung pada rokok. Ia juga mendorong upaya peningkatan kesadaran mengenai risiko kesehatan dari merokok sesekali serta pentingnya menciptakan lingkungan bebas asap rokok, baik di rumah maupun di tempat kerja.
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa menghentikan penggunaan produk tembakau sepenuhnya merupakan salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis di masa mendatang. Dengan memahami bahaya yang ditimbulkan, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak demi menjaga kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....