Kanker Mulut Meningkat dari Konsumsi Makanan yang Beresiko

  • 23 Mei 2026 12:00 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kanker mulut menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang siapa saja dan sering kali terlambat disadari. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan sehari-hari. Selain menghindari rokok, alkohol, dan infeksi HPV, masyarakat juga perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi karena beberapa jenis makanan diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut.

Para ahli menyebutkan, pola makan yang tidak sehat dapat memicu peradangan, mengiritasi jaringan mulut, hingga mengganggu kemampuan tubuh dalam memperbaiki sel yang rusak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terbentuknya sel abnormal yang berkembang menjadi kanker. Karena itu, menjaga asupan makanan sehat menjadi langkah penting untuk membantu melindungi kesehatan rongga mulut.

Melansir dari Eating Well, salah satu jenis makanan yang perlu dibatasi adalah daging olahan seperti nugget, sosis, dan bacon. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization mengelompokkan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1. Kandungan nitrit dan nitrat yang digunakan sebagai bahan pengawet dapat berubah menjadi senyawa berbahaya di dalam tubuh dan berpotensi merusak DNA sel.

Selain daging olahan, konsumsi daging merah seperti daging sapi dan kambing juga perlu diperhatikan. Risiko kanker dapat meningkat tergantung jumlah konsumsi serta cara memasaknya. Memasak dengan suhu tinggi, seperti memanggang atau menggoreng, dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang diketahui mampu mengganggu fungsi sel tubuh. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi konsumsi berlebihan serta memilih metode memasak yang lebih sehat.

Minuman dengan gula tambahan seperti soda, kopi manis, dan minuman energi juga sebaiknya dibatasi. Konsumsi gula berlebihan dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker mulut. Mengganti minuman tinggi gula dengan air putih, jus tanpa tambahan gula, atau teh tanpa gula menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan rongga mulut.

Selain itu, gorengan juga termasuk makanan yang perlu dikurangi. Makanan yang digoreng pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi merusak DNA dan memicu peradangan kronis apabila dikonsumsi secara berlebihan. Para ahli menyarankan metode memasak yang lebih sehat seperti merebus, mengukus, atau memanggang. Penggunaan air fryer juga dapat menjadi alternatif yang lebih aman untuk mengurangi penggunaan minyak berlebih dalam makanan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....