Sering Ngantuk Sinyal Tanda Tubuh Kelelahan
- 11 Mei 2026 09:04 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Sering mengantuk merupakan salah satu sinyal alami dari tubuh yang menandakan kondisi kelelahan. Meski kerap dianggap sepele, rasa kantuk berlebihan sebenarnya dapat menjadi pertanda bahwa tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan berkualitas. Kondisi ini jika dibiarkan terus-menerus dapat memengaruhi konsentrasi, produktivitas, hingga kesehatan secara keseluruhan.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Adi Fahrial Syam, menjelaskan bahwa kelelahan umumnya terjadi akibat kurangnya waktu tidur berkualitas. Menurutnya, tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar organ-organ dapat bekerja secara optimal dan proses pemulihan energi berjalan dengan baik. Karena itu, rasa mengantuk yang muncul terus-menerus tidak boleh diabaikan.
Ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang memilih mengandalkan minuman berkafein seperti kopi untuk menjaga fokus saat bekerja, dibanding memperbaiki pola tidur. Padahal, konsumsi kafein secara berlebihan, terutama di atas 150 miligram per hari, dapat memicu berbagai gangguan kesehatan seperti jantung berdebar, sulit tidur, hingga meningkatnya asam lambung.
Selain kopi, minuman berenergi juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan untuk memaksa tubuh tetap aktif saat lelah. Menurut Prof. Adi Fahrial Syam, tubuh yang terus dipaksa bekerja tanpa istirahat cukup justru berisiko mengalami penurunan daya tahan dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat sangat penting dilakukan.
| Baca juga: Fakta di Balik Keinginan BAB setelah Ngopi |
Untuk mengatasi kelelahan, ia menyarankan masyarakat menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Asupan makanan sebaiknya memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Nutrisi yang cukup juga membantu tubuh memiliki energi yang stabil sepanjang hari sehingga rasa lelah berlebihan dapat diminimalkan.
Berbagai kebutuhan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari makanan seperti daging sapi, ayam, telur, susu, buah-buahan, dan sayuran. Dari sisi waktu istirahat, Prof. Adi Fahrial Syam menganjurkan setiap individu tidur minimal enam jam per hari. Jika waktu tidur kurang dan sulit diganti pada hari libur, maka sebaiknya waktu istirahat segera dipenuhi setelah pekerjaan selesai agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan energi dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....