Manfaat dari Jamu gendong untuk kesehatan
- 27 Apr 2026 17:04 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi – Jamu gendong merupakan minuman tradisional khas Indonesia yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama. Istilah “gendong” merujuk pada cara penjualannya yang unik, yakni dengan membawa bakul atau keranjang berisi botol-botol jamu di punggung. Penjualnya umumnya perempuan yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, menawarkan jamu secara langsung kepada pelanggan. Seiring perkembangan zaman, sebagian penjual kini mulai beralih menggunakan sepeda atau sepeda motor untuk menjangkau pelanggan yang lebih jauh.
Jamu gendong dibuat dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, rimpang (misalnya jahe, kunyit, dan temulawak), daun-daunan, serta buah-buahan. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional tanpa tambahan bahan pengawet maupun pewarna buatan. Hal inilah yang membuat jamu gendong dikenal sebagai minuman sehat yang alami dan aman dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
Secara fungsi, jamu gendong tidak hanya diminum untuk menyegarkan tubuh, tetapi juga dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. Banyak orang mengonsumsinya sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, hingga membantu meredakan keluhan ringan seperti pegal-pegal atau masuk angin. Oleh karena itu, jamu gendong sering disebut sebagai bagian dari pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain manfaatnya bagi kesehatan, jamu gendong juga merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi. Keberadaannya mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan alami serta memperlihatkan peran perempuan dalam menjaga tradisi sekaligus menopang ekonomi keluarga.
| Baca juga: Manfaat Tebuh Hitam untuk Kesehatan |
Di tengah modernisasi, masih ada penjual jamu yang setia mempertahankan cara tradisional, salah satunya adalah Bu De Iyem yang ditemui di kawasan Bagan Pete, Kota Jambi. Ia tetap berjualan dengan berjalan kaki, meskipun banyak penjual lain telah menggunakan kendaraan. Menurutnya, berjalan kaki tidak hanya menjadi cara berdagang, tetapi juga sekaligus berolahraga yang membuat tubuh tetap sehat dan bugar. Ia pun mengaku tidak merasa lelah meski harus menempuh jarak yang cukup jauh setiap hari.
Dari hasil berjualan jamu gendong, Bu De Iyem mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak-anaknya. Kisahnya menjadi gambaran nyata bahwa jamu gendong bukan hanya sekadar minuman tradisional, tetapi juga sumber penghidupan yang penuh makna, sekaligus simbol ketekunan dan semangat dalam menjaga tradisi di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....