Kasus Diabetes di Jambi Meningkat, Pakar Ungkap Rahasia Diet tanpa Siksa
- 24 Apr 2026 22:32 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi : Lonjakan kasus diabetes yang mencolok di Kota Jambi sepanjang tahun 2026 menjadi alarm keras bagi kesehatan warga. Mirisnya, banyak masyarakat yang terlanjur divonis diabetes justru merasa putus asa duluan. Mereka kerap dihantui mitos bahwa mengidap diabetes berarti akhir dari kenikmatan menyantap makanan enak alias harus menjalani diet yang menyiksa.
Padahal, secara medis, anggapan tersebut sama sekali tidak tepat. Kunci mengendalikan penyakit gula ini sejatinya tidak terletak pada pembatasan ekstrem, melainkan pada modifikasi dan kecerdasan memilih asupan.
Dosen Poltekkes Kemenkes Jambi, Ary Irfan, S.Pd., M.Kes., secara tegas meluruskan pandangan keliru yang kadung beredar di masyarakat tersebut.
| Baca juga: Cek Kesehatan Mata jika Pandangan Mata Buram |
“Diet sehat bukan berarti tidak makan enak, tetapi bagaimana mengatur jenis, jumlah, dan jadwal makan secara seimbang,” ungkap Ary saat membeberkan pandangannya hari ini, Jumat (24 April 2026).
Trik Jitu Makan Enak Namun Tetap Aman
Menurut Ary, penderita diabetes tidak perlu memusuhi makanan. Mereka hanya perlu membiasakan diri dengan beberapa strategi cerdas di meja makan. Rahasianya terletak pada tiga pilar utama: pemilihan bahan dasar, pengontrolan porsi, dan teknik memasak.
Berikut adalah taktik diet sehat "tanpa siksa" yang ia anjurkan:
Tukar Sumber Karbohidrat: Selamat tinggal nasi putih porsi kuli. Mulailah beralih ke karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, atau ubi-ubian. Bahan-bahan ini dicerna lebih lambat oleh lambung, sehingga tidak memicu ledakan gula darah secara instan.
Waspada Jebakan Makanan Olahan: Musuh sebenarnya bukanlah makanan lezat, melainkan gula tambahan. Minuman manis kekinian dan camilan cepat saji adalah dalang utama yang merusak stabilitas glukosa.
Protein Tanpa Lemak Jahat: Tubuh tetap butuh tenaga. Pilihlah protein ramah gula darah seperti ikan, ayam (tanpa kulit), tempe, dan tahu.
Ubah Cara Masak: Kurangi makanan yang digoreng rendam (deep fried). Memasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang jauh lebih aman dan tak kalah lezat jika dibumbui dengan rempah yang tepat.
Makan Sering, Porsi Mini: Daripada makan berat satu atau dua kali sehari, penderita diabetes lebih disarankan membagi jadwal makannya menjadi porsi kecil namun sering. Ini adalah trik jitu mencegah lonjakan sekaligus anjloknya gula darah secara tiba-tiba.
Pentingnya Edukasi Masif
Di sisi lain, penulis bidang kesehatan, Maimuna Septriani, menyoroti bahwa tren kenaikan kasus di Kota Jambi sangat erat kaitannya dengan gaya hidup urban yang serba instan. Ia mendorong agar edukasi mengenai diet cerdas ini tidak hanya berhenti di ruang praktik dokter.
Masyarakat Kota Jambi dinilai perlu terus diedukasi secara konsisten agar gaya hidup sehat ini bisa meresap menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan pemahaman yang benar, momok diabetes tidak lagi terasa menyeramkan. Penderita tak hanya bisa menekan risiko komplikasi, tetapi juga tetap dapat menikmati hidup sehat, produktif, dan tentunya—tetap bisa makan enak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....