Pahami Kebiasaan yang Dapat Merusak Fungsi Ginjal

  • 17 Mar 2026 09:37 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Sering mengonsumsi obat anti nyeri saat merasa pegal atau nyeri otot untuk menjadi jalan pintas agar cepat sembuh. Hati-hati, karena kebiasaan ini bisa menimbulkan risiko yang dapat merusak fungsi ginjal jika dikonsumsi tanpa resep dokter dalam jangka panjang.

Kandungan obat yang harus diwaspadai adalah golongan obat anti-Inflamasi non-steroid (OAINS) atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Beberapa contoh yang sangat populer di masyarakat adalah ibuprofen.

Meskipun ampuh meredakan nyeri dan peradangan, obat-obatan ini dapat menghambat aliran darah ke ginjal jika dikonsumsi sembarangan. Tanpa pengawasan medis, konsumsi secara berlebihan dapat memicu kerusakan struktur ginjal.

Hal lain yang juga dapat merusak fungsi ginjal adalah gaya hidup dan obesitas. Obesitas meningkatkan beban kerja ginjal karena organ tersebut harus menyaring lebih banyak darah daripada biasanya untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh yang besar.

Tim kerja gangguan paru, otak, dan kardiovaskular Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mohammad Fiqri Qoidhafy menuturkan makanan yang menyebabkan obesitas harus dihindari.

"Makanan-makanan yang bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas itu ya harus dihindari karena secara langsung bisa memicu diabetes dan gangguan ginjal," ujarnya.

Kadar gula darah yang tinggi secara kronis pada penderita diabetes akan merusak unit penyaring ginjal yang disebut nefron.

Sedangkan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang terus-menerus meningkat akan merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal, sehingga organ tersebut tidak lagi bekerja menyaring racun dari darah secara optimal.

Kondisi ini bisa diperparah oleh gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik seperti kebiasaan menggunakan kendaraan bermotor untuk jarak dekat dan kurangnya berolahraga membuat pembakaran kalori tidak maksimal, yang pada akhirnya memicu obesitas dan hipertensi di usia produktif.

Ginjal sering kali disebut sebagai organ yang silent disease karena kerusakan pada tahap awal biasanya tidak menunjukkan gejala fisik yang jelas. Gejala seperti wajah pucat, urine berbusa, atau pembengkakan tubuh umumnya baru muncul saat fungsi ginjal sudah menurun drastis.

Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah preventif yang penting. Lakukan pemeriksaan ginjal kalau belum pernah, supaya tahu status kesehatannya karena di awal penyakit ini tidak bergejala sama sekali.

Pemeriksaan kesehatan minimal dilakukan satu tahun sekali dengan deteksi sedini mungkin, perkembangan penyakit ginjal dapat dihambat, sehingga penderita tidak sampai menjalani terapi dialisis atau cuci darah yang memakan biaya besar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....