Alasan hipertensi dijuluki silent killer

  • 05 Jun 2026 13:23 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang cukup sering terjadi di masyarakat. Sayangnya, penyakit ini kerap luput dari perhatian karena banyak penderitanya tidak menyadari bahwa tekanan darah mereka berada di atas batas normal. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari penyakit jantung dan stroke hingga kerusakan ginjal.

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah di dalam arteri terus-menerus berada pada tingkat yang lebih tinggi dari normal. Tekanan darah sendiri merupakan kekuatan yang dihasilkan oleh aliran darah saat mendorong dinding pembuluh arteri. Ketika tekanan ini terlalu tinggi dalam jangka waktu lama, organ-organ vital seperti jantung, otak, ginjal, dan mata dapat mengalami kerusakan secara bertahap.

Kondisi ini sering dijuluki sebagai silent killer” atau pembunuh senyap. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami gejala yang jelas pada tahap awal. Mereka tetap dapat beraktivitas seperti biasa tanpa menyadari bahwa tekanan darahnya terus meningkat dan perlahan merusak organ-organ tubuh.

Karena minim gejala, banyak kasus hipertensi baru diketahui setelah muncul komplikasi yang lebih berat. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyempitan dan kerusakan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Dalam beberapa kasus, komplikasi tersebut bahkan dapat mengancam jiwa.

Menurut pedoman yang diterbitkan oleh American College of Cardiology dan American Heart Association pada tahun 2017, seseorang dikategorikan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya secara konsisten berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih berdasarkan lebih dari satu kali pengukuran. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi ini sedini mungkin.

Meski dijuluki sebagai “silent killer”, hipertensi bukanlah akhir dari segalanya. Risiko komplikasi dapat ditekan melalui pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta mengelola stres dengan baik. Yang tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar kondisi tekanan darah dapat dipantau dan ditangani sejak dini, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....